LATEST UPDATES

Jumat, 30 November 2018

Mahasiswa PGMI UIN Ikuti Kursus Mahir Dasar

Lampung (JL) – Jum’at malam (30/11) bertempat di Aula Pusdiklatda dilaksanakan upacara pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD ) bagi mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ( PGMI ) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Acara pembukaan kursus dihadiri Ketua Harian Kwarda Lampung kak Zainuri, Wakil Dekan III Bapak Ruban Masykur, Kepala Pusdiklatda Afif Ansori, serta sejumlah Pengurus Kwarda Lampung.

Menurut Kak Zainuri yang ditemui usai pembukaan mengatakan bahwa KMD ini diadakan khusus untuk mahasiswa PGMI sebagai persyaratan mata kuliah kepramukaan di program studi PGMI.  KMD bagi mahasiswa PGMI ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 30 November hingga 5 Desember 2018 dan gelombang  kedua dari 11 hingga 16 Desember 2018.

Lebih lanjut Kak Zainuri menjelaskan bahwa Pendidikan Kepramukaan dalam kurikulum 2013 merupakan ekstra kurikuler (ekskul) wajib di sekolah dasar dan menengah. Sehingganya dengan kursus ini diharapkan mahasiswa PGMI dapat memahami dasar-dasar dalam membina pramuka di madrasah. Masih banyak sekolah yang menunjuk guru belum mengikuti KMD untuk menjadi Pembina pramuka di sekolah tersebut. Sehingganya karena kurang mengerti tentang pramuka tak jarang mendatangkan tenaga dari luar untuk membantu membina di sekolah tersebut.

Kak Zainuri juga mengharapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga Pembina Pramuka yang berkualitas guna mendukung kurikulum 2013, diharapkan penyelenggaraan KMD maupun KML dapat lebih sering dilaksanakan. “Untuk mensiasati keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh kwartirnya, dimungkinkan Pusdiklatda maupun Pusdiklatcab menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Perguruan Tinggi atau dengan yayasan yang menaungi beberapa sekolah" pungkas kak Zainuri (Pusinfoda)

Waspada Datangnya Banjir Susulan, BPBD Lamsel Siagakan Tenda Pengungsian dan Dapur Umum

Lampung Selatan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan tenda pengungisan, dapur umum dan posko bencana yang ditempatkan di Desa Rangai Tri Tunggal dan Desa Tarahan untuk korban banjir di wilayah setempat.
“Untuk mengantisipasi hujan malam ini, kami sediakan tenda pengungsian bagi warga. Ini (tenda, red) kapasitasnya bisa 60 orang. Kami juga sediakan posko dan dapur umum di sekitar kawasan banjir untuk melayani warga yang memerlukan bantuan,” Kata Kepala BPBD Lamsel, I Ketut Sukerta di lokasi banjir, Jumat (30/11/2018) petang.
Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Katibung pada Jumat (30/11/2018), karena hujan deras yang turun sejak Kamis (29/11/2018) malam hingga Jumat dini hari.
Akibatnya, air sungai kecil di daerah setempat meluap hingga menggenangi rumah warga. Selain itu, luapan banjir juga sempat membuat kemacetan di Jalinsum.
“Luapan air itu disebabkan drainase yang buruk di lokasi. Ditambah saluran air dari gunung yang mengalami sedimentasi dari 6 meter menjadi 2 meter, sehingga mengambat lajunya air yang turun dari gunung,” kata Ketut.
Ketut menambahkan, pihaknya telah mendatangkan alat berat 3 excavator dan 2 truk sampah, untuk melakukan pengerukan sedimen yang berada disekitar lokasi banjir.
Ketut juga mengimbau, warga di desa tersebut agar tetap waspada karena intensitas hujan yang tinggi dan diduga berpotensi banjir susulan.
Sementara, berdasarkan data BPBD Lamsel, tercatat sebanyak 869 rumah rusak akibat banjir yang melanda 11 dusun di Desa Rangai Tri Tunggal. Hingga malam ini, BPBD juga terus melakukan pendataan, dan penanganan warga terdampak banjir. (fitri)

Diduga Terkena Gangguan Jiwa, Romli Habisi Nyawa Istri dengan Sebilah Pisau

Lampung Selatan - Warga Fajar Baru Dusun III, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan di Jalan Rembulan kawasan kampung setempat, Jumat (30/11/2018).

Peristiwa menghebohkan tersebut lantaran, seorang suami tega membunuh isterinya sendiri. Yakni, Murniyati (50) seorang ibu rumah tangga harus meregang nyawa ditangan suaminya sendiri yakni Romli (50), dengan beberapa luka sayatan senjata tajam di tubuhnya. 

Informasi diperoleh, korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 11.30 WIB, dengan kondisi tubuh terbaring dengan posisi miring tepat di depan pintu rumahnya yang sudah bersimbah darah. 

“Kita dapat laporan jam 11.30 WIB, tapi sepertinya kejadian ini jam 10.00 WIB tadi pagi,” kata Agus Wahyudi ketua RT 06 lingkungan III, Kelurahan Fajar Baru, Dusun III, Kecamatan Jati Agung.

Agus mengatakan, pelaku Romli memang terkenal jarang bergaul dengan para tetangga, kesehariannya hanya duduk sembari melamun. "Dia ini tidak pernah bergaul, suami istri emang tertutup. Tapi kalau yang sering saya perhatiin suaminya, dia itu sering melamun," jelas Agus.

Disisi lain, menurut penjelasan adik kandung pelaku, Eva Hernani (40) mengenai pelaku, kakaknya memang mengalami gangguan kejiawaan sejak 10 tahun terakhir. 

“Dia ini sakit, dulu darah tinggi terus pembuluh darahnya pecah, setelahnya dia mulai agak stres. Kalau gejala dia sering melamun itu muncul udah 10 tahun lalu, semenjak dia dipecat dari PTPN 7, dampak dari pengurangan karyawan," katanya, Jumat (30/11/2018).

Lanjut Eva, bahwa banyak hal aneh yang sering ditunjukan oleh pelaku pembunuhan itu, mulai dari sering melamun, marah-marah hingga meraung-raung seperti seekor Harimau.

“Dia ini kalau kumat sehari itu bisa 2 sampai 3 kali, ya marah-marah, sampai meraung-raung kayak Harimau itu," bebernya.

“Udah sering, berobat itu kemana aja, mulai ke Tabib, ke Kiyai, ke Dokter, gak nanggung-nanggung sangking anak-anaknya ini pengen bapaknya sembuh," tambahnya.

Selain itu, kata Eva, pelaku juga terkenal dengan sifatnya yang sangat cemburu terhadap sang istri. “Dia ini, walaupun kakak kandung saya, tapi dia ini salah, banyak sifat dia yang gak bagus, suka cemburulah sama istri, padahal istrinya itu saya tau banget gak suka macem-macem," pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Jati Agung Iptu. Lukman membenarkan peritiwa tersebut, bahwa saat ini tersangka telah diamankan oleh anggotanya. 

“Dugaan sementara, suaminya sendiri yang membunuh, sekarang sudah kita amankan. Dugaan sementara karena gangguan jiwa,” jelasnya.

Lanjut Lukman, mengatakan bahwa dari perstiwa pembunuhan tersebut pihaknya mengantongi barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam berupa pisau garpu. 

“Kurang lebih diameter panjangnya itu 15 centi meter. Untuk korban sedang kita lakukan visum, ada pihak keluarga juga yang mendampingi, pelaku sudah kita amankan. Terkait ada gangguan jiwa atau enggak nanti kita akan lakukan test kejiwaan terhadap pelaku,” tutupnya. (fitri)

Sungai Way Campang Meluap, 85 Rumah Di Desa Talang Baru Terendam Air Setinggi 1 Meter

Lampung Selatan - Intesitas hujan tinggi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Jum'at malam (30/11/2018) menyebabkan wilayah Kecamatan Sidomulyo mengalami kebanjiran.

Informasi diperoleh media ini, kurang lebih 85 rumah pemukiman warga di Desa Talang Baru digenangi air mencapai 1 meter diduga dampak meluapnya air Sungai Way Campang Desa Talang Baru Kecamatan Sidomulyo.

Dikonfirmasi wartawan, Kepala Desa Talang baru Ahmadi mengatakan, hingga pukul 8.00 WIB, selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum seperti tempat ibadah dan bangunan Puskesdes Desa setempat. 

"Alhamdulillah, sejuah ini tidak ada korban jiwa, hanya saja barang-barang milik warga yang terendam belum dapat di evakuasi karena volume air masih besar," ujar Ahmadi. 

Secara terpisah, Camat Sidomulyo Eko Irawan membenarkan hal tersebut. Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang bertempat tinggal dekat sungai agar selalu waspada, mengingat saat ini masuk musim hujan.

"Karena ini menghadapi musim penghujan jadi seluruh masarakat Khususnya wilayah Kecamatan Sidomulyo dan masarakat umumnya agar mengantisipasi dan siaga di musim-musim seperti saat ini," kata dia.

"Tapi jangan hanya siaga saja, namun harus dengan tindakan dengan melakukan bergotong royong membersihkan Draenase yang mampet," tambahnya.

Lebih jauh Eko Irawan mengatakan, selain Desa Talang Baru terkena banjir dampak itensitan hujan tinggi, Desa Bandar Dalam juga tidak luput terkena banjir.

"Ada Dua desa yang terkena dampak banjir, yakni Desa Bandar Dalam dan Desa Talang Baru. Tapi memang, terparah dampak banjir Desa Talang Baru," pungkasnya. (Fitri)

Kamis, 29 November 2018

Banjir Sempat Rendam Dua Desa di Kecamatan Katibung

Lampung Selatan: Hujan Deras yang mengguyur Lampung Selatan semalaman mengakibatkan banjir. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga mengakibatkan kemacetan panjang karena terganggunya arus lalu lintas di Desa Rangai Tritunggal Dan Desa Tarahan kecamatan katibung, Jumat (30/11/2018).

Menurut keterangan warga desa rangai yang berhasiI hubungi, yakni Fajri mengatakan, banjir yang merendam kampungnya itu akibat hujan deras yang turun sejak kamis kemarin. Hingga siang ini air belum surut dengan perkiraan ketinggian air sekitar 20 sd 30cm.

“Intensitas hujan tinggi sejak kamis lalu, selain dampak rendaman terhadap rumah warga, air juga menghambat lalu lintas kendaraan, terutama banyak truk yang terjebak macet sehingga tak dapat melanjutkan perjalanan, saat ini, banjir belum juga surut dan kendaraan masih macet total,” Ujar Fajri, Jumat (30/11/2018).

Sementara itu menurut salah seorang sopir yang terjebak macet akibat insiden itu yaitu Rudi menuturkan, kendaraan tak dapat melaju karena derasnya air yang menghambat truk besar yang terjebak di bagian depan, sehingga kemacetan terjadi duseoanjang jalinsum mulai dari sebelum tarahan hingga katibung macet total begitu juga sebaliknya.

“Antrian panjang kendaraan berbagai jenis masih Berlangsung. Dari jam 6 pagi tadi kami terjebak banjir disini dan tidak bisa melanjutkan perjalan, dilokasi juga terlihat warga yang antisipasi mengatur lajur jalan tapi itupun tak banyak membantu akibat panjangnya kemacetan,”Ujar Rudi yang semula hendak menuju Kalianda dengan kendaraanya.

Sebelumnya, kemacetan sempat tersiar di berbagai share foto di medsos (group wa) dimana kemacetan juga terlihat merendam rumah warga, begitu juga video lainnya terlihat juga ketinggian air di wilayah pantai pasir putih lampung selatan.(r)

Akibat Hujan Deras, Sebagian Besar Rumah Penduduk Di Pekon Karang Rejo Terendam

TANGGAMUS (JL) : Hujan deras mengguyur Kecamatan Semaka yang terjadi tadi malam menyebabkan meluapnya aliran sungai Way Semaka dan berdampak tergenangnya sebagian besar rumah penduduk di Pekon Karang Rejo Kecamatan Semaka Tanggamus, Jumat (30/11) pagi.

Kapolsek Semaka AKP Muji Harjono, SE mengungkapkan tidak ada korban jiwa.

"Berdasarkan pengecekan dilapangan, sampai saat ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun diperkirakan 20 rumah penduduk terendam luapan," kata AKP Muji Harjono mewakili Kapolres Tanggamus melalui Whatsapp.

Sambungnya, selain mendatangi lokasi tindakan kepolisian yang telah dilakukan juga membantu masyarakat serta berkoordinasi dengan unsur terkait.

Terpisah Kaur Perencanaan Sunardi mewakili Kakon Karang Rejo mengatakan keseluruhan genangan air meliputi 80 rumah warga, dengan ketinggian bervariasi. "Namun ada juga rumah yang tergenang sekitar setinggi lutut, lainnya rata-rata 30 cm," kata Sunardi melalui sambungan telpon.

Sunardi menambahkan saat ini air sudah berangsur surut, "sudah mulai surut mas, melalui pembuangan-pembuangan yang ada.(rls/Jeni)

Kurang Persiapan dan Tidak Serius, Paripurna DPRD Tanggamus Sarat Kritik

TANGGAMUS (JL) : Tak berhenti dari Bupati Dewi Handajani ”Sentil” Camat, Wabup Syafi’i Sindir Oknum Kadis, sampai Para Wartawan Duduk di Lantai akibat Tak Ada Kursi, saat rapat Paripurna DPRD Tanggamus, kamis (29/11/18).

Selain kejadian unik Bupati Dewi Handajani yang ”menyentil” Camat dan Wabup Syafi’i yang ”menyentil” beberapa Kepala OPD, para insan pers yang meliput berlangsungnya paripurna di dalam ruangan rapat, juga merasa kecewa.

Bahkan seperti tidak dihargai. Pasalnya tidak disediakan kursi yang bisa diduduki para wartawan. Padahal jika dirunut, agenda paripurna itu terbuka untuk umum. Bukan paripurna internal yang sifatnya tertutup.

Lantaran tak ada kursi yang bisa digunakan untuk duduk, para kuli tinta yang berada di dalam ruangan paripurna, terpaksa duduk ”melantai” seperti gelandangan.

Ada juga yang berdiri dari awal sampai akhir paripurna. Padahal sebelum-sebelumnya, ada kursi khusus yang dijajar di pinggir lorong samping kiri dan belakang bagian kiri ruangan paripurna untuk tempat duduk para wartawan.

Fenomena itu membuat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Tanggamus, Imron Tara mengungkapkan kekecewannya. Dia menilai, panitia rapat paripurna pada Kamis (29/11) tidak serius dalam persiapan.

”Paripurna ini dalam rangka menentukan APBD Tanggamus TA 2019 dan sifatnya terbuka untuk umum. Tentu kita sebagai insan pers wajib dan mutlak untuk meliputnya.

Supaya masyarakat Tanggamus tahu tentang APBD kabupaten. Tapi kok rasanya profesi kita sebagai jurnalis ini disepelekan ya.

Jangankan kue kotak atau minuman, kursi untuk kita duduk, kita aja nggak dikasih. Saya sampai ngelus dada lihat kawan-kawan wartawan berdiri.

Apalagi junior-junior saya harus duduk ngemper persis seperti gelandangan, tapi itu terjadi di dalam ruangan paripurna. Kalau itu di pinggir jalan okelah, kita bisa ngemper di teras rumah orang atau di trotoar.

Saya lihat malah di dalam toilet sebelah kiri, ada kursi ditumpuk di situ. Apa maksudnya kita disuruh duduk di toilet?” ungkap Imron Tara penuh kekecewaan. 

”Astaga sumpah, sampai saya keluar dari ruangan (paripurna), karena saking nggak tahan dan saking kecewanya.

Di mana apresiasi untuk kita yang berprofesi sebagai jurnalis ini? Panitia penyelenggara paripurnanya bener-bener ngawur dan nggak menghargai kita. Saya harap panitia penyelenggara paripurna DPRD Tanggamus tidak mengulangi hal seperti ini dan mau menghargai eksistensi insan pers,” tandas Kepala Biro Harian Pilar untuk Kabupaten Tanggamus ini.

Saat ditanyai perihal kursi yang biasanya untuk tempat duduk para wartawan saat meliput paripurna, salah seorang pegawai Sekretariat Dewan mengaku tak tahu-menahu.

”Maaf bang, saya bagian protokol. Soal kursi di ruang rapat paripurna ini, biasanya wewenang Bagian Umum bang,” bisiknya sambil berlalu.

Cukup  menggelitik, saat Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Persetujuan DPRD, dan Pendapat Akhir Kepala Daerah terhadap Rancangan APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2019, yang diselenggarakan DPRD Kabupaten Tanggamus, Kamis (29/11).

Pasalnya selama beberapa saat, muka sebelas Camat yang hadir dalam ruang paripurna mendadak tegang. Lantas apa gerangan penyebabnya?

Atmosfer ruangan rapat sempat berubah sedikit tegang, ketika Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menaiki podium untuk menyampaikan Pendapat Akhir Kepala Daerah terhadap Rancangan APBD Tanggamus TA 2019.

Dewi Handajani lebih dulu mengarahkan pandangan matanya ke deretan bangku yang biasanya diduduki para Camat.

Tampak saat rapat paripurna, jumlah Camat yang hadir memang tidak sampai 20 orang. Padahal Kabupaten Tanggamus memiliki 20 kecamatan. Seharusnya ada 20 Camat yang hadir.     

”Ini Camat kok cuma sedikit orangnya? Pada ke mana Camatnya? Nggak sampai 20 orang ini,” tanya Dewi Handajani.

Pertanyaan tersebut membuat muka para Camat auto-tegang.
”Berapa orang ini kalian?” tanya bupati lagi.

Serempak beberapa Camat yang hadir menjawab, ”Sebelas (orang) Bu! Yang lainnya ini perwakilan.”

Situasi itu pun mendapat perhatian serius dari Bupati Tanggamus.

”Besok-besok lagi, saat paripurna penting seperti ini, saya mau semua Camat hadir. Kalau memang tidak bisa hadir, izin dari jauh-jauh hari dan jelaskan apa alasan ketidakhadirannya,” tegas Dewi Handajani yang kemudian melanjutkan penyampaian Pendapat Akhir di hadapan unsur Pimpinan dan 38 Anggota DPRD Tanggamus.

Tak berhenti sampai di situ, saat paripurna agenda selanjutnya, giliran Wakil Bupati Tanggamus Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag. yang mengkritik beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebab kendati paripurna tentang Rancangan APBD Tanggamus TA 2019 sudah selesai, namun antara Eksekutif dengan Legislatif masih membahas beberapa perda yang cukup penting bagi kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama itu.

Pasalnya ketika giliran Wabup Tanggamus berdiri di podium untuk menyampaikan Pendapat Kepala Daerah tentang beberapa perda yang sedang digodok oleh Badan Pembentukan Perda DPRD Tanggamus, beberapa Kepala OPD justru ”melipir” dari ruang paripurna untuk merokok. Karena di dalam ruang paripurna memang dilarang untuk merokok. Ketidakpedulian beberapa Kepala OPD ”ahli isap” itu, memicu Wabup Syafi’i untuk bereaksi.

”Para Kepala Dinas, jangan dibiasakan meninggalkan tempat sebelum rapat selesai. Dan saya rasa kepada (para Kepala Dinas) ’ahli isap’, tolong bersabar sebentar. Toh sebentar lagi selesai (rapatnya),” sentil Syafi’i.

Selain kejadian unik Bupati Dewi Handajani yang ”menyentil” Camat dan Wabup Syafi’i yang ”menyentil” beberapa Kepala OPD, para insan pers yang meliput berlangsungnya paripurna di dalam ruangan rapat, juga merasa kecewa.

Bahkan seperti tidak dihargai. Pasalnya tidak disediakan kursi yang bisa diduduki para wartawan. Padahal jika dirunut, agenda paripurna itu terbuka untuk umum. Bukan paripurna internal yang sifatnya tertutup.

Lantaran tak ada kursi yang bisa digunakan untuk duduk, para kuli tinta yang berada di dalam ruangan paripurna, terpaksa duduk ”melantai” seperti gelandangan.

Ada juga yang berdiri dari awal sampai akhir paripurna. Padahal sebelum-sebelumnya, ada kursi khusus yang dijajar di pinggir lorong samping kiri dan belakang bagian kiri ruangan paripurna untuk tempat duduk para wartawan.

Fenomena itu membuat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Tanggamus, Imron Tara mengungkapkan kekecewannya. Dia menilai, panitia rapat paripurna pada Kamis (29/11) tidak serius dalam persiapan.

”Paripurna ini dalam rangka menentukan APBD Tanggamus TA 2019 dan sifatnya terbuka untuk umum. Tentu kita sebagai insan pers wajib dan mutlak untuk meliputnya.

Supaya masyarakat Tanggamus tahu tentang APBD kabupaten. Tapi kok rasanya profesi kita sebagai jurnalis ini disepelekan ya.

Jangankan kue kotak atau minuman, kursi untuk kita duduk, kita aja nggak dikasih. Saya sampai ngelus dada lihat kawan-kawan wartawan berdiri.

Apalagi junior-junior saya harus duduk ngemper persis seperti gelandangan, tapi itu terjadi di dalam ruangan paripurna. Kalau itu di pinggir jalan okelah, kita bisa ngemper di teras rumah orang atau di trotoar.

Saya lihat malah di dalam toilet sebelah kiri, ada kursi ditumpuk di situ. Apa maksudnya kita disuruh duduk di toilet?” ungkap Imron Tara penuh kekecewaan. 

”Astaga sumpah, sampai saya keluar dari ruangan (paripurna), karena saking nggak tahan dan saking kecewanya.

Di mana apresiasi untuk kita yang berprofesi sebagai jurnalis ini? Panitia penyelenggara paripurnanya bener-bener ngawur dan nggak menghargai kita. Saya harap panitia penyelenggara paripurna DPRD Tanggamus tidak mengulangi hal seperti ini dan mau menghargai eksistensi insan pers,” tandas Kepala Biro Harian Pilar untuk Kabupaten Tanggamus yang kini juga mencalonkan diri sebagai anggota legislatif itu.

Saat ditanyai perihal kursi yang biasanya untuk tempat duduk para wartawan saat meliput paripurna, salah seorang pegawai Sekretariat Dewan mengaku tak tahu-menahu.

”Maaf bang, saya bagian protokol. Soal kursi di ruang rapat paripurna ini, biasanya wewenang Bagian Umum bang,” bisiknya sambil berlalu.(rls/Jeni)

Siswa Siswi Kelurahan Balik Bukit Dapat Seragam Gratis

Lambar - Salah satu program unggulan yang telah dirasakan masyarakat Lampung Barat yakni pembagian seragam gratis dan buku tulis. Dan hari ini pembagian seragam didistribusikan kepada siswa-siswi di Kecamatan Balik Bukit yang diberikan langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Drs. Mad hasnurin didampingi Kadis Pendidikan Bulki Basri,S.Pd dan Camat Hadi Sutanto S.Sos di GOR Ajisaka Kawasan Sekuting Terpadu, Kamis (29/11).

Disela-sela pembagian seragam dan buku, Bupati Parosil berharap tidak ada anak-anak Lambar yang putus sekolah. Jika masih ada silahkan laporkan ke peratin atau bahkan dipersilahkan langsung melaporkan ke Bupati.

Parosil juga akan melakukan kaji ulang melalui distribusi guru khususnya di daerah terpencil, selain itu yang menjadi fokus saat ini yakni peningkatan kesejahteraan bagi guru melalui pengangkatan guru kontrak daerah. "Dibutuhkan kebersamaan dan dukungan masyarakat agar tujuan program tersebut bisa sukses dengan melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan", jelasnya.

Terkait hal tersebut ia mengatakan bahwa seluruh program yang dibuat dilakukan dengan melihat kebutuhan masyarakat. Dengan kepedulian tersebut diharapkan pendidikan mampu mengangkat kehidupannya dan diharapkan melalui peningkatan komitmen dalam bidang pendidikan, maka kualitas pendidikan di Lampung Barat akan semakin meningkat.

Terakhir, ungkapan sukacita disampaikan oleh Perwakilan orang tua bernama Ahmad Yani karena beban pendidikan anaknya dibantu oleh program yang diluncurkan dalam kepemimpinan Parosil Mabsus dan Drs. Mad Hasnurin ini "kami sangat antusias dan berterimakasih atas bantuan bapak", singkatnya.(Fb)

Wabup Lambar Minta Anggota KORPRI Jalankan Fungsi Sesuai Kapasitas


Lambar - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyelenggarakan Upacara Paripurna memperingati Hut Korpri ke-47 sekaligus peringatan HUT PGRI ke-73, Hari Kesehatan Nasional, serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tingkat Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 dengan Inspektur upacara Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin di Lapangan Kantor Bupati Lambar, Kamis (29/11).

Wabup Mad Hasnurin dalam arahannya menyampaikan bahwa tema HUT ke-47 korpri yaitu “melayani, bekerja dan menyatukan bangsa”. Untuk itu saya menghimbau agar seluruh anggota korpri dapat menjalankan fungsinya dengan baik sesuai kapasitasnya selaku anggota korpri sebagai abdi negara dan abdi bangsa.
Selanjutnya, tema HUT PGRI ke-73 yaitu “guru sebagai penggerak perubahan di era revolusi industri”, dengan tema tersebut PGRI bertekad menjadikan guru sebagai lokomotif perubahan. Pemerintah berharap agar para pengurus PGRI diberbagai tingkatan bekerja keras mengawali perjuangan dan aspirasi guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan profesionalisme, kesejahteraan dan perlindungan dengan santun, elegan, bermartabat tanpa membedakan status. 
Selanjutnya Hari cinta puspa dan satwa nasional yang dilaksanakan setiap tahun merupakan momen untuk membangun kesadaran dan membentuk kecintaan masyarakat indonesia pada puspa dan satwa Indonesia. Momen ini akan terus dikampanyekan kepada masyarakat agar masyarakat dapat ikut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. 
Terakhir, untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 12 november, pada hari kesehatan nasional ke-54 ini, tema yang kita angkat adalah “aku cinta sehat” dengan sub tema “ayo hidup sehat mulai dari kita”. Tema tersebut sejalan dengan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup karena masyarakat yang sehat merupakan modal ketangguhan suatu bangsa.(Fb)

Parosil Meninjau Lokasi Longsor di Kelurahan Fajar Bulan

Lambar - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi oleh Kepala Bappeda Ir.Okmal dan Kepala BPBD Maidar, SH meninjau lokasi longsor di Kelurahan Fajar Bulan Kecamatan Way Tenong, Kamis (30/11).

Longsor dengan lebar sekitar 50 meter dan kedalaman 25 meter tersebut menyeret satu rumah milik Adit warga setempat. Sementara saat ini satu rumah warga lainnya milik Sasmita kini kondisinya terancam.

Disela-sela peninjauan Parosil menghimbau seluruh OPD agar meningkatkan kewaspadaan terhadap titik rawan bencana dan mengharapkan seluruh aparat di wilayah kecamatan dan pekon serta seluruh masyarakat melakukan koordinasi aktif sehingga bencana dapat dihindarkan.

"Gerusan tanah di lokasi tersebut diharapkan dapat segera diperbaiki sehingga kerusakan dapat ditanggulangi. Pihaknya pun mengingatkan OPD terkait agar dapat berkoordinasi dalam setiap antisipasi dan kerusakan akibat bencana yang ada segera dilakukan tindakan percepatan perbaikan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah", pungkasnya.(Fb)

Bupati Tanggamus Geram 9 Camat Tak Ikut Sidang Paripurna APBD


TANGGAMUS  (JL) : Bupati Dewi Handajani, mempertanyakan ketidak hadiran 9 orang camat, di ruang rapat  DPRD Tanggamus, Paripurna Pendapat Akhir terhadap Rancangan APBD TA 2019, kamis (29/11/18).

Sebelum mulai menyampaikan Pendapat Akhir terhadap Rancangan APBD Tanggamus TA 2019, Dewi Handajani sempat memfokuskan pandangan matanya ke deretan bangku para Camat.

”Ini deretan Camat ada berapa orang yang hadir? Camat lainnya pada ke mana? " Tanya Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Kepada para Camat yang hadir, dan terdengar jawaban dari dereten barisan bangku para camat, "yang hadir ada 11 orang, 9 orang tidak hadir", dan ada yang menjawab "berwakil". jawab dari deretan bangku itu.

Saya mau, untuk agenda paripurna penting seperti ini, semua Camat harus hadir. Kalau tidak bisa hadir, dari jauh-jauh hari harus izin dan berikan penjelasan ketidakhadirannya,” seru Dewi Handajani dengan nada kesal terhadap Camat yang tidak hadir.

Dari 20 kecamatan di Tanggamus, saat paripurna dimulai, hanya 11 Camat yang hadir.

Dalam pendapat akhirnya mengatakan, APBD Tahun Anggaran 2019 disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan kemampuan keuangan daerah, dalam kurun waktu satu tahun. Bupati juga menjamin, penyusunan tersebut disesuaikan juga dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Tanggamus, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanggamus tahun 2018- 2023.

”Dalam Ranperda APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2019, telah tersusun struktur APBD yang terdiri dari Pendapatan, Belanja, maupun Pembiayaan,” ujar bupati.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, sepakat menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019 yang sepenuhnya menampung program pemerintah. Hal itu terwujud dalam Paripurna Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Persetujuan DPRD dan Pendapat Akhir Kepala Daerah terhadap Rancangan APBD Kabupaten Tanggamus TA 2019 yang diselenggarakan DPRD Kabupaten Tanggamus, Kamis (29/11).

Untuk kali pertama setelah resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. dan Hi. A.M. Syafi'i, S.Ag. bakal meresmikan APBD. Paripurna tersebut, dipimpin Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, S.Sos. didampingi Wakil Ketua I Rusli Shoheh, Wakil Ketua II Aris Budiyanto, Wakil Ketua III Sunu Jatmiko, S.Sos., Sekretaris DPRD Suratman, dan 38 Anggota DPRD. Lalu dari pihak Eksekutif Tanggamus, hadir Bupati Dewi Handajani, Wabup Syafi’i, Penjabat Sekretaris Daerah Drs. Hamid H. Lubis, S.STP., M.Si., para Kepala OPD, Camat, dan tamu undangan lainnya.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Tanggamus, Pahlawan Usman, dalam laporannya mengatakan, penyampaian Bupati Tanggamus mengenai Rancangan APBD 2019 pada 7 November 2018 lalu, sudah dibahas antara Badan Anggaran dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tanggamus.

”Rancangan APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2019, Pendapatan Daerah sebesar Rp1.806.751.906.678,37 dan Belanja Daerah Rp1.803.551.906.678,37. Dengan komposisi tersebut, terdapat surplus Rp3,2 miliar. Kemudian pembiayaan netto sebesar Rp3,2 miliar. Sehingga didapatlah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Rp0,” ujar Pahlawan Usman.

Mewakili Banggar DPRD Tanggamus, Pahlawan Usman juga menyampaikan beberapa saran terhadap TAPD dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Antara lain, saran dari Banggar untuk Bupati melalui TAPD Tanggamus, dalam rangka pembahasan Rancangan APBD ke depan, agar lebih memperhatikan Pasal 310 Ayat (2) dan Pasal 311 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

”Lalu mengenai data riil jumlah tenaga kerja sukarela (TKS) yang tersebar di sekolah-sekolah, puskesmas-puskesmas, dan kecamatan-kecamatan. Jumlah riil itu penting karena untuk dasar menganalisa beban kerja TKS. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten harus memberikan perhatian serius terkait data riil dan analisa beban kerja TKS,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Saran berikutnya, kata Pahlawan Usman, seluruh OPD diharapkan terus dapat mengupayakan efektivitas dan meningkatkan kinerja. Sehingga target yang ingin dicapai oleh Pemerintahan Kabupaten tanggamus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui OPD terkait, dapat terwujud.

Usai membacakan laporan dan saran, Pahlawan Usman menyerahkan dokumen hasil pembahasan kepada Bupati Tanggamus dan unsur Pimpinan DPRD. Heri Agus Setiawan kemudian bertanya kepada Anggota DPRD, apakah menyetujui rancangan perda tentang APBD tahun 2019 atau belum. Lantas Anggota DPRD dewan serempak menjawab setuju. (Jeni)

Rabu, 28 November 2018

Warga Cukuh Balak Ini Diduga Cabuli Putri Tiri

TANGGAMUS (JL) : Seorang ayah tiri berinisial R (41) warga Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus dibekuk Unit Reskrim Polsek Cukuh Balak Polres Tanggamus.

Sebab pria di KTP nya berprofesi tani tersebut dengan tega dan tidak berprikemanusiaan telah mencabuli putri tirinya berinisial MR yang saat ini berusia 17 tahun.

Mirisnya, perbuatan R dilakukan terhadap putrinya sejak MR masih kelas 6 SD dan tercatat beberapa kali aksi bejat tersebut.

"Pada tahun 2015, ketika korban sedang memakai baju. Korban dua kali dicabuli R namun yang ketiga diketahui ibu korban sehingga tersangka R melarikan diri ke Jakarta," kata Wakapolres Tanggamus Kompol Andik Purnomo Sigit mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma didampingi Kapolsek Cukuh Balak Ipda Dian Afrizal dalam konfrensi pers di Mapolres Tanggamus, Kamis (29/11) siang.

Tidak sampai disitu, lanjut Kompol Andik Purnomo Sigit, pada Minggu (18/11) tersangka pulang ke Cukuh Balak dan pada Selasa (20/11) sekitar pukul 15.00 Wib tersangka kembali melakukan aksi bejat mencabuli korban.

"Kali terakhir ketika ibu korban tidak dirumah, tersangka mengikat tangan korban dan kembali mencabuli korban," ujar Kompol Andik Purnomo Sigit.

Kompol Andik menjelaskan, akibat trauma dan mengalami luka di alat kelamin, sehingga pada 21 Nopember 2018 korban menceritakan kepada ibu kandungya kemudian diantar ibunya melaporkan ke Polsek Cukuh Balak.

"Selang 5 jam dari laporan korban dan tersangka berhasil ditangkap tanpa perlawanan. Termasuk barang bukti dua (2) helai pakaian dalam korban dan seikat tali rafia warna hitam," pungkasnya.

Kapolsek Cukuh Balak Ipda Dian Afrizal menambahkan atas perbuatannya tersangka R dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) dan atau pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No;1, tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23, tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang

"Ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," tegas Ipda Dian Afrizal.

Mencegah hal tersebut terjadi, Kapolsek juga menghimau masyarakat untuk lebih menjaga anak perempuan, karna berdasarkan analisa kejadian-kejadian seperti itu pelakunya malah orang terdekat.

"Mari lebih memperhatikan anak-anak kita karena apabila terjadi seperti itu, kita juga yang rugi," imbaunya.(rls/Jeni)

Efektif Kelola Anggaran, Dirjen Keuangan Kemendagri Beri Penghargaan kepada Pemkab Lamsel

Lampung Selatan (JL) -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) meraih penghargaan Indek Kelola Kinerja dan Efektifitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) tahun 2018.

Penghargaan itu, diberikan kepada Kabupaten Lamsel sebagai salah satu daerah terbaik yang mampu mewujudkan pengelolaan anggaran yang baik dalam pembangunan bidang kesejahteraan kelompok III, oleh Katadata bekerjasama dengan UGM.

Penghargaan itu serahkan oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Drs. Syarifuddin, MM, kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto di Gedung XXI Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/18) malam.

”Alhamdulillah, ini (penghargaan, red) diharapkan dapat menjadi motivasi ke depan dalam menjalankan sistem pengelolaan keuangan yang lebih baik, dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Nanang usai menerima penghargaan.

Nanang menyatakan, diraihnya penghargaaan tersebut, juga tidak terlepas dari transparansi pengelolaan keuangan Kabupaten Lamsel yang transparan dan akuntabel.

Penghargaan itu juga katanya, merupakan wujud apresiasi terhadap transparansi catatan dan administrasi keuangan daerah.

“Berkat kerja sama dan kebersamaan semua OPD yang telah membuat laporan keuangan secara baik, transparan berdasarkan aturan berlaku, sehingga kita berhasil meraih penghargaan ini,” kata Nanang.

Sementara, Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto mengatakan, diberikannya penghargaan itu bertujuan untuk mendorong penggunaan APBD yang sejalan dengan agenda bangsa dan negara.

Indeks kelola dan efektifitas pengelolaan APBD juga bertujuan untuk mendorong kompetisi para pemimpin daerah dalam mewujudkan pengelolaan APBD yang efektif sekaligus untuk memberi apresiasi pemimpin daerah yang sukses mengelola APBD-nya.

"Diharapkan kegiatan ini akan memacu pemerintah daerah meningkatkan efektivitas dan optimalisasi dalam menggunakan APBD,” ujarnya.

Oleh sebab itu, kata Heri, daerah yang berhasil mengelola APBD secara efektif dan mampu menjalankan mandatory sesuai undang-undang patut mendapatkan apresiasi.

Selain itu, sekaligus didorong untuk berbagi strategi bagaimana membangun daerah yang baik sehingga bisa memberikan berbagai implikasi positif.

“Selain bermanfaat bagi daerahnya, ini sebagai pemacu daerah lain. Disamping itu juga membantu pemerintah pusat dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Adapun, Indeks Kelola adalah metode penilaian yang didasarkan atas keberhasilan suatu daerah dalam mengelola APBD sehingga berdampak langsung pada masyarakat.

Metode penilaian Indeks Kelola dan Efektifitas Pengelolaan APBD dirumuskan oleh katadata.co.id dibantu JariUngu.com dan sejumlah ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada.

Selain para kepala daerah penerima penghargaan, turut hadir pada acara itu, Deputi Bidang Ekonomi Kantor Staff Presiden Denni Puspa Purbasari, SE, M.Sc, Ph.d, President Director Lintasarta, Arya Damar, Staff Pengajar Universitas Gajah Mada DR. Gumilang Aryo, M.A., serta sejumlah mahasiswa. (Fitri)

Peringatan HUT Korpri ke-47 Di Lamsel, Ini Pesan Sekdakab Fredy

Lampung Selatan (JL) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ke-47, di lapangan Korpri setempat, Kamis (29/11/2018).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Lamsel, Ir. Fredy SM, MM. Turut hadir, Kajari Lamsel, Ketua PA Lamsel, Ketua PN Lamsel, perwakilan Polres, serta seluruh pejabat dilingkup Pemkab Lamsel.

Upacara yang masih dalam rangkaian HUT Kabupaten Lamsel ke-62 sekaligus juga disatukan dengan peringatan hari Kesehatan Nasional ke-54, dan hari Nusantara ke-18.

Dalam kesempatan itu, Fredy berharap, rangkaian peringatan upacara tersebut dapat menjadi momentum untuk membangkitkan motivasi, inovasi, dan kreatifitas, serta menjadi koreksi seluruh jajarannya.

“Jadikan peringatan ini sebagai refleksi bagi kita semua dalam upaya membangun daerah Kabupaten Lampung Selatan yang kita cintai ini,” ujar Fredy dalam arahannya.

Lebih lanjut Fredy mengatakan, HUT Korpri ke-47 tahun ini, bertepatan dengan geliat tahun politik. Yakni adanya pemilihan presiden dan anggota legisltaif yang akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

Menurutnya, geliat tahun politik itu, dapat berimplikasi melemahnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu sejalan dengan tema peringatan HUT Korpri, yakni “Melayani Bekerja dan Menyatukan Bangsa”, Fredy berharap, Korpri dapat menjadi pemersatu bangsa.

“Saya mengingatkan kepada seluruh anggota Korpri Lampung Selatan, sebagai  bagian dari mesin demokrasi, Korpri harus bekerja secara professional, teguh melaksanakan tugas dan tidak terpengaruh  akan situasi dan suasan politik,” imbuhnya.

 “Dalam situasi seperti sekarang ini, setiap ASN sebagai anggota Korpri juga diharapkan mampu membuktikan perannya sebagai perekat dan pemersatu bangsa,” tambahnya.

Dia juga meminta, seluruh anggota Korpri untuk terus meningkatkan kinerja, melaksanakan tugas pelayanan publik dengan menjunjug tinggi netralitas dan berkomitmen pada tegak dan lurusnya kepentingan bangsa dan negara.

“Mari kita merapatkan barisan, seperti filosofi bambu, akarnya kokoh mempersatukan dan menjadi perekat tanah dimanapun ia berada. Rumpun bambu yang tumbuh subur ini merupakan simbol dari solidaritas dan kebersamaan Korpri,” kata Fredy.

Sementara itu, ditengah upacara berlangsung, juga dilaksanakan penyerahan beasiswa kepada siswa berprestasi dan berbagai hadiah kepada pemenang lomba rangkaikan HUT Korpri ke-47 tahun 2018. (Fitri)

Diduga Sodomi Dua Murid, Oknum Guru di Lambar Diamankan Aparat

Lambar - Oknum Kepala Sekolah di salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Lampung Barat, harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua murid laki-lakinya. Pelaku atas nama inisial MU yang juga berprofesi sebagai penghulu, diamankan di kediamannya pada Selasa (28/11).

Dalam melancarkan aksi bejatnya pelaku kerap mengancam para korban akan dikeluarkan dari sekolah apabila enggan melayani perilaku seks menyimpang tersebut.

Kapolres Lambar AKBP Doni Wahyudi S.Ik., didampingi Kasat Reksrim AKP Faria Arista.,Kanit Tipidter Ipda Juherdi menjelaskan kronologis kejadian yang  bermula pada Minggu (25/11/2018) sekira pukul 18.00 Wib, pelaku mengajak korban berinisial IS (14) dan SP (15) dengan cara mengirim pesan singkat via facebook. Kemudian pelaku pergi ke MTs dan tidak lama kemudian pelaku menerima pesan pada sekitar pukul 21.00 WIB bahwa Korban IS dan SP sudah berada di depan sekolah.

“Sekitar 10 menit kemudian, pelaku meminta dua siswanya untuk masuk ke dalam ruangan kepala sekolah, dan saat itulah pelaku melancarkan aksinya hingga menyodomi korban. Menurut pengakuan pelaku, selama ini ia telah melakukan aksinya hingga 30 kali”, ungkap Doni saat menggelar Jumpa Pers di halaman mapolres setempat.

Pelaku akan dikenakan pasal 76 e juncto pasal 82 ayat 1,2 dan ayat 4 UU No 17/2016 dan UU No 23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 17 tahun penjara.(Fb)

Kwarda Lampung Silaturrahmi dengan Pelaku Sejarah Transpram II

Lampung  - Pengurus Kwartir Daerah Lampung yang dipimpin Wakil Ketua V bidang Sarpras AKBP (Purn) Hi. Dharsono, SH menemui para pelaku sejarah Transmigrasi Pramuka (Transpram) II di Desa Rajabasalama II Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur pada rabu siang (28/11) di balai desa setempat. Hadir pada pertemuan tersebut Kepala Desa Rajabasa Lama II Bapak Jumaidi, mantan Danki Transpram Kak Hendy Sunaryo beserta tokoh masyarakat setempat.

Untuk diketahui, bahwa keberadaan masyarakat Transpram II didesa ini tidak terlepas dari keberhasilan program Transpram I yang berada di desa Way Abung (kini berada diwilayah Tulang Bawang Barat). Keberhasilan tersebut menjadi penyemangat Kwartir Nasional untuk melaksanakan Program Transpram II dengan peserta juga dari Kabupaten Jombang Jawa Timur. Transpram II ini ditempatkan di desa Rajabasa Lama Kecamatan Way Jepara kabupaten Lampung Tengah (Kini menjadi Desa Rajabasa Lama II, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur). Transpram II ini diikuti oleh 102 orang Pramuka Penegak - Pandega dengan Komandan Kompi kak Hendy Sunaryo.

Pada mulanya, para transmigran pramuka ini ditampung dalam barak yang sengaja dibangun untuk mereka dan diberi bekal hidup untuk jangka waktu satu tahun. Selanjutnya secara bertahap dan mandiri para transmigran ini membangun rumah tinggalnya dan tahun 1974 Kwarda Lampung mengadakan Perkemahan Daerah dengan kegiatan pokok membangun rumah tinggal bersama-sama dengan para transmigran.

Selain bersilatuhmi, pertemuan dengan para pelaku sejarah Transmigrasi Pramuka (Transpram) II tersebut juga membahas Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka yang berada didesa tersebut. (liputan oktri/ Pusinfoda)

Selasa, 27 November 2018

Diskominfo Lambar Berikan Pelatihan Sumber Daya Komunikasi dan Informasi

Lambar - Komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan Good Government salah satunya yakni dengan ketersediaan data yang up to date atau E-Government. Berkaitan dengan hal tersebut Pemkab Lambar melalui Dinas Kominfo memberikan pelatihan sumber daya komunikasi dan informasi Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 yang dibuka langsung oleh Assisten Bidang Administrasi umum Ir. Noviardi Kuswan dengan narasumber Ganjar Jatinom, SE.,M.AP di Aula Dinas Kesehatan, Rabu (28/11).

Dalam arahannya Noviardi mengatakan, "Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat dewasa ini telah mendorong percepatan di berbagai bidang. Seperti mencari dan berbagi informasi, saat ini sangatlah mudah didapatkan seiring dengan berkembangnya teknologi internet dan jaringan. Dengan adanya dukungan perangkat lunak dan diimbangi pula dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi berserta perangkat kerasnya akan dapat diwujudkan dengan E-Government yang menjadi bagian penting dari aspek kebutuhan dan kehidupan", ujarnya.

Sistem e-government tidak hanya berdampak bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah itu sendiri. Sistem e-government dapat mendukung kinerja pemerintah dalam bidang government to business, governmentto citizen, government to government, dan government to employees. Dampak positif diterapkannya sistem e-government di Indonesia adalah masyarakat dapat menerima laporan kinerja pemerintah secara aktual dan transparan, rakyat juga bisa dengan leluasa mengakses informasi seputar kinerja pemerintah. Selain itu sistem e-government juga dapat menekan anggaran biaya. Dengan teknologi online, pekerjaan juga tentunya akan lebih efesien, secara biaya dan waktu.

Pemerintah tentunya menyambut baik kegiatan ini karena kebutuhan masyarakat akan pentingnya komunikasi dan informasi sudah sangat besar, sehingga pemerintah daerah Kabupaten Lampung Barat melalui unit satuan kerja (satker) yang membidangi masalah komunikasi untuk segera memberikan solusi guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, khususnya untuk pengembangan SDM di bidang komunikasi dan informasi.

Terakhir, pihaknya berpesan kepada para peserta pelatihan bahwa  peran mereka sangat penting dalam pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, terutama dalam penyampaian informasi pemerintah maupun sebaliknya dari masyarakat kepada pemerintah. Dan pihaknya berharap pelatihan ini akan lebih meningkatkan ketrampilan teknis dan kemampuan administrasi bagi para SDM bidang komunikasi dan informasi yang ada di Lampung Barat.(Fb)

PMD Lambar Selenggarakan Deklarasi Damai Pilpratin

Lambar - Guna melaksanakan amanah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang pelaksanaan pemilihan peratin yang harus diselenggarakan lebih berbobot, berkualitas dengan partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya. 
Maka untuk menciptakan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas PMD menyelenggarakan deklarasi damai pilpratin aman, damai dan sejuk sekaligus Focus Group Discusion (FGD) yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lambar Drs. Mad Hasnurin di ruang rapat Keagungan, Rabu (28/11).

Dalam sambutannya, Wabup menjelaskan, "Pelaksanaan pemilihan peratin sangat menentukan pelaksanaan pembangunan untuk lima tahun yang akan datang di masing-masing pekon, dimana pada pemilihan peratin nanti akan lahir pemimpin pekon yang diharapkan akan membawa perubahan menuju kebaikan terutama di pekon yang dipimpinnya. Oleh karena itu, pelaksanaan pemilihan peratin ini perlu didukung dengan kesiapan yang mantap dan akurat baik teknis maupun non teknis, sehingga masyarakat yang berhak memilih dapat menyalurkan aspirasi dengan aman, tenang dan tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak manapun yang dapat menghambat jalannya pemungutan suara", ujarnya.
Berhasil tidaknya penyelenggaraan pemilihan peratin, salah satunya tergatung kepada keberhasilan kita dalam mengamankan penyelenggaraan pemilihan peratin agar tercipta situasi Kamtibnas yang kondusif, sehingga pada gilirannya nanti semoga terpilih pemimpin yang benar-benar amanah untuk memimpin pekon masing-masing.

Sementara itu ketua panitia pemilihan peratin tingkat Kabupaten Lambar Drs. Nukman MS, MM menyampaikan, "Tujuan dilaksanakannya Deklarasi damai dan FGD tersebut adalah agar terciptanya pemilihan peratin yang damai dan sejuk serta terwujudnya amanat pilpratin sesuai UU yang berlaku", harapnya.
 
Diketahui, Deklarasi damai dan FGC ini dhadiri juga oleh Kapolres Lambar, Kasdim Lambar, Kepala Kajari, Staff ahli, OPD terkait, Camat, Ketua LHP serta para calon peratin dan saksi.(Fb)

Balitbang Gelar Bimtek Fasilitator Replikasi Model Layanan Pemkab Lambar

Lambar - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggelar Bimbingan Teknis Fasilitator Replikasi Model Layanan Pemerintah Lampung Barat Tahun 2018 di Aula Pakuwon, Selasa (27/11).
Acara dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian Ir.Natadjudin Amran dan dengan Narasumber Isman, AP dari Pusat Litbang Inovasi Daerah BPP Kemendagri dan dihadiri Sejumlah Kepala OPD dan peserta bimtek. 
Natadjudin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Barat ditetapkan menjadi daerah penerapan replikasi inovasi daerah oleh Menteri Dalam Negeri, hal tersebut sebagai program prioritas nasional kementerian dalam  negeri. Kami memiliki keyakinan bahwa melalui kunjungan ini bapak akan berkenan melihat dan menyerap secara langsung berbagai informasi mengenai inovasi layanan pemerintahan di Kabupaten Lampung Barat.
Lampung Barat bersama dengan Kabupaten Jeneponto ditunjuk oleh Badan Penelitian dan Pengembangan sebagai daerah percontohan penerapan replikasi inovasi daerah, penerapan replikasi ini dilaksanakan oleh Pusat Litbang Inovasi daerah melalui Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) yang meliputi 7 bidang layanan yaitu pendidikan, kesehatan, perizinan, ketenagakerjaan, perdagangan, adminduk, aspirasi melalui DPRD. Layanan ini dalam bentuk aplikasi yang nantinya bisa diakses oleh seluruh masyarakat menggunakan telepon genggam berbasis android, saat ini aplikasi yang akan digunakan masih dalam tahap penyempurnaan dan pengentrian data dan setelah selesai maka akan disosialisakan kepada seluruh masyarakat Lambar dan diharapkan dapat meningkatkan pelayan pemda kepada masyarakat.
Kemudian, perbaikan kualitas pelayanan publik merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, oleh karena itu berbagai upaya dilakukan untuk melakukan percepatan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sinergi dengan program kementerian dalam negeri yaitu replikasi inovasi daerah, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan pemerintah kepada masyarakat berbasis teknologi.
Pihaknya berharap, kegiatan ini dilaksanakan agar dapat memaksimalkan fungsi aparatur untuk menciptakan terobosan atau inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, hal ini dikarenakan fungsi dan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah untuk menjalankan pelayanan publik. Oleh karena itu inovasi- inovasi diperlukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Lampung Barat.
Sementara itu Kepala Balitbang Drs. Tono Suparman melaporkan bahwa harapan dilaksanakannya bimbingan teknis ini adalah untuk memastikan berlangsungnya komitmen stekholder dalam pelayanan daerah serta memastikan aplikasi bekerja dengan baik.(Fb)

Polsek Pugung Amankan Pelaku Curas

TANGGAMUS (JL) : Terhitung masih Pengantin baru Warga Pekon Way Harong Kecamatan Air Naningan Kabupaten Tanggamus kembali harus mendekam di jeruji besi Polsek Pugung, Selasa (28/11/18).

Bukan menikmati kehidupan usai keluar penjara, pria 20 tahun bernama Budi Ariansyah, ia harus meninggalkan seorang istri yang baru dinikahinya, pasalnya usai keluar penjara pada Juli 2018, dia malah melakukan kejahatan pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan modus mendong bersama seorang rekannya yang belum tertangkap di Jalan Raya Perkebunan PTPN Pekon Tangkit Serdang Kecamatan Pugung Tanggamus, tidak hanya itu, dua kali kejahatan Curat sepeda motor juga dilakukannya di wilayah hukum Polsek Pulau Panggung.

Seperti dikatakan Kapolsek Pugung Ipda Mirga Nurjuanda, S.Sos. MM tersangka Budi Hariansyah berhasil ditangkap tim gabungan Polsek Pugung dan Tekab 308 Polres Tanggamus.

Namun sebelum menangkapnya petugas lebih dulu membekuk Jumandil (25) selaku penadah hasil kejahatan pencurian, dengan kekerasan (Curas) yang dilakukan Budi dan rekannya.

"Polsek Pugung dibackup Tekab 308 Polres Tanggamus berhasil menangkap seorang tersangka, Curas berikut penadah Handphone hasil kejahatan pada Rabu (21/11/18)," ungkap Ipda Mirga Nurjuanda mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si dalam keterangan persnya di Mapolsek Pugung, Selasa (27/11) sore.

Lanjutnya, penangkapan tersebut berdasarkan laporan korbannya, Agung Adek Saputra (17) pelajar SLTA warga Pekon Singosari Kecamatan Talang Padang Tanggamus.

"Kejadian pada tanggal 17 Nopember 2018 saat berfoto selfi bersama rekannya Amsiah (17) di Jalan Raya Perkebunan PTPN Pekon Tangkit Serdang Kecamatan Pugung Tanggamus," ujar Ipda Mirga Nurjuanda.

Ipda Mirga Nurjuanda menjelaskan, dalam melakukan aksi kejahatannya tersangka Budi Ariansyah bersama rekannya yang belum tertangkap, berinisial YS mengendarai Honda Revo tanpa plat, menghampiri korban yang sedang berselfi kemudian menodong dengan meminta handphone korban, sambil menghunuskan pisau ke arah korban.

Korban sempat melakukan perlawanan dan tersangka Budi tiba-tiba menusukan pisau ke arah kepala dan perut serta menendang korban.

"Akibat peristiwa tersebut korban mengalami luka gores di kening dan pinggang kiri serta kehilangan handphone satu unit HP Vivo Y56 senilai Rp. 2,7 juta," jelasnya.

Ditambahkan Ipda Mirga Nurjuanda berdasarkan pengakuan tersangka Budi, selain di perkebunan PTPN, dia juga melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Pekon Datarajan Kecamatan Ulu Belu Tanggamus. "Pengembangan untuk TKP Ulu Belu, berhasil diamankan sepeda motor Yamaha, dan terhadap korban masih dikoordinasikan dengan Polsek Pulau Panggung," imbuhnya.

Saat ini kedua tersangka berikut barang bukti Handphone dan dua unit sepeda motor ditahan di Polsek Pugung. "Atas perbuatannya tersangka Budi dijerat pasal 365 ayat 2 KUHPidana ancaman maksimal 12 tahun dan penadah djerat pasal 480 KUHPidana," pungkasnya.

Tersangka Budi Heriansyah saat dimintai keterangan awak media, mengakui semua perbuatannya dan hasil kejahatan dibagi dengan pelaku YS. "Handphone dijual Rp. 950 ribu dan saya mendapat bagian Rp. 350 ribu sisanya diambil YS, uangnya juga sudah habis untuk dipakai sehari-hari," tutur pria berbadan kecil tersebut.(Jeni)

Cawapres Ma'ruf Amin Kunjungi Ponpes Moderen NU Pekin Negeri Agung


TANGGAMUS (JL) : Pengasuh Ponpes Moderen NU, Talangpadang, KH. A. Wahid Zamas mengatakan bahwa ada beberapa agenda kiyai Ma'ruf,diantaranya mengisi ceramah Maulid Nabi, bersilaturahmi dengan para kiayai se Lampung, meninjau masjid dilingkungan Ponpes dan ziarah ke makam pendiri Ponpes NU Talangpadang KH. Muhammad Zahrie.

"Tidak ada kampanye disini, kunjungan beliau untuk bersilaturahmi dengan para Kiyai, para santri dan warga nahdiyin hanya memang kebetulan beliau dipilih oleh pak Joko Widodo menjadi capres. Dan beliau ini orang yang mengerti aturan bahwa dilingkungan ponpes tidak boleh kampanye, "kata Wahid Zamas.

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 KH. Ma'ruf Amin mengunjungi Ponpes Moderen Nahdalatul Ulama (PEMNU) Pekon Negeri Agung Kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus. Kiyai Maaruf tiba pukul 10.00 WIB disambut Pengasuh Ponpes Moderen NU, KH. A. Wahid Zamas, Pengurus Wilayah NU Lampung, Ketua Pengurus Cabang NU Tanggamus KH. Amiruddin Harun, Wakil Bupati Tanggamus Hi. A. M Syafii, mantan Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi dan ribuan warga nahdiyin.

Wahid Zamas juga meminta doa restu kepada seluruh santri dan masyarakat Tanggamus agar Kiyai Ma'ruf diridhoi dalam kontestasi pilpres." Ini kunjungan ketiga kalinya KH Ma'ruf ke Tanggamus, kali ini sebagai cawapres, semoga saat kunjungan berikutnya ke Tanggamus khususnya PEMNU beliau sudah jadi wapres, "kata dia.

Sementara, Ma'ruf Amin dalam tausiyahnya mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi, padahal kata dia, tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad SAW. Untuk itu ia meminta masyarakat khususnya santri lebih cerdas. "Tidak ada itu nabi lagi setelah nabi Muhammad SAW, yang ada itu pengganti nabi yaitu ulama yang mewariskan ajaran nabi," kata Ma'ruf.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengajak orang tua memasukan salah satu anaknya ke Ponpes, sebab di ponpes tempat mencetak ulama. "Ulama tidak selalu hidup sebab akan menghadap sang khalik dan ulama tidak boleh kosong, maka dari itu harus mencetak ulama di ponpes dan umat Islam jangan lupa kirim salah satu anaknya ke ponpes, supaya ada penerus ulama,"sebut Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf Amin meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh berita yang belum tentu kebenaranya alias hoax.

Ditambahkan Ma'ruf ada beberapa cara untuk menghindari hoax yakni mulai dari edukasi publik untuk tidak menggunakan hoax untuk mempengaruhi orang lalu jangan jadi kelompok yang terpengaruh oleh hoax. juga

"Karena itulah harus tabayun, klarifikasi cek dan ricek terhadap berita yang diterima. Kemudian kedua harus ada tindakan terhadap penyebar hoax, jangan sampai akibat hoax terjadi konflik antar masyarakat sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan,"ujarnya.( rls/Jeni)

Nanang Ermanto Serahkan 240 Life Jacket kepada 15 Pemilik Kapal Penyeberangan

Lampung Selatan : Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto menyerahkan 240 life jacket (jaket pelampung keselamatan) kepada 15 pemilik kapal jasa penyeberangan yang melintas di antara Pelabuhan Canti dan Pelabuhan Pulau Sebesi, Selasa (27/11/2018).
Penyerahan secara simbolis dilakukan Nanang di Aula Rumah Dinas Bupati Lamsel. Ratusan life kacket yang diserahkan itu, merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI melalui KSOP Panjang.
Plt. Bupati Lamsel, Nanang Ermanto mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam bidang keselamatan penumpangnya.
Untuk itu, dia meminta seluruh pengusaha kapal yang melintas antara Pelabuhan Penyeberangan Canti dan Sebesi untuk mengutamakan keselamatan penumpangnya.
“Ini untuk kepentingan kita semua. Keselamatan penumpang harus kita perhatian, dan ini perlu kesadaran bersama. Jika terjadi musibah, maka pemerintah yang disalahkan. Apalagi ini transportasi di laut,” imbuh Nanang.
Dikesempatan itu, Nanang pun meminta pemilik kapal untuk melengkapi dokumen resmi, baik izin operasional maupun kepemilikannya.
“Sama seperti di darat, kalau gak punya SIM tidak ada STNK, ada razia ya ditangkap. Jadi secepatnya saya minta diurus izin-izinnya. Intinya ini untuk untuk keselamatan kita semua, dan perlu kesdaran kita semua,” kata Nanang. (fitri)

DLH Lambar Gelar Rakor Adipura 2018

Lambar - Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Adipura 2018 yang membahas tentang pembinaan dan review kriteria objek pantau Adipura menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI  Nomor P. 53/MMENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2016 tentang pedoman pelaksanaan program Adipura.

Rakor dibuka oleh Assisten Bidang Perekonomian Ir. Natadjudin Amran dengan Narasumber Edi Wardana dari P3E region Sumatera di Aula Dinkes, Selasa (27/11).

Dalam sambutannya Natadjudin menyampaikan bahwa, "Adipura harus diupayakan dapat diraih kembali dengan kategori Kota Kecil Bersih di Provinsi Lampung seperti 2017 yang lalu. Hal tersebut sebagai pengukuhan bahwa daerah Lambar adalah daerah yang bersih dan nyaman serta pengelolaan persampahannya sesuai dengan standar nasional", ujarnya. 

Untuk dapat memenuhi standar nasional maka kita perlu tahu apa yang dinilai dan berapa yang sudah kita raih menurut B1, B2 dan seterusnya. Sehingga langkah dan tahapan dalam mencapai lingkungan bersih dan sesuai standar nasional dapat terarah dan fokus serta lebih efisien. 

Terakhir, Pemda akan terus berupaya mencapai Adipura dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dari berbagai lapisan untuk terus menjaga kebersihan dimulai dari lingkungan rumah sendiri dan dilanjutkan dengan lingkungan sekitar.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs.Syaekhuddin berharap agar seluruh pemerintah dan masyarakat dapat sama-sama mempertahankan Adipura kategori kota kecil bersih dengan cara pengolahan dan pengurangan sampah yang baik. "Lokasi yang memiliki bobot penilaian besar harus menjadi perhatian seperti TPS, Bank sampah, pasar,  fasilitas sampah skala kota dan perumahan atau pemukiman", harapnya.(Fb)

Waspada Kebangkitan Kelompok Radikal Kiri

Lambar - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar sosialisasi bahaya radikalisme, terorisme, komunisme dan premanisme tahun 2018 di Aula Kodim 0422 Lambar, Selasa (27/11).

Sosialisasi dibuka langsung oleh Staff Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra Ruspan Anwar SH dengan tema “kita jaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa dan negara, dengan menolak segala bentuk radikalisme, terorisme, komunisme dan premanisme”. Dan dihadiri Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Lambar Raswan, SH.,MM dengan pemateri Wakapolres M. Riza, Mayor Agus susanto dari Kodim 0422 Lambar, Ketua MUI Ja'far sodiq dan peserta yang merupakan Siswa-siswi SMA serta para santri dari pondok pesantren di Lampung Barat.

Dalam sambutannya, Ruspan Anwar menjelaskan, " Seiring dengan kemajuan zaman, radikalisme dan terorisme juga mengikuti pesatnya perkembangan teknologi, sehingga pengaruh dan jangkauannya mampu menembus batas-batas teritorial dan bersifat lintas negara. Paham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal-hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis. Bahayanya, sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan-tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya", ujarnya.

Masalah terorisme di Indonesia masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan menjalani proses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan, sikap atau faham radikalisme dan terorisme hendaknya tidak dikaitkan pada suatu agama tertentu saja. Karena sikap atau faham demikian bisa terjadi pada semua agama atau golongan.

Disamping itu, ia menginginkan agar masyarakat dapat menempatkan pemahaman terhadap radikalisme dan terorisme pada porsi yang adil, agar tidak cenderung memberikan stigma yang negatif terhadap agama tertentu.
Hal yang perlu menjadi perhatian kita semua adalah munculnya gejala kebangkitan kelompok radikal kiri yang berideologi komunis (PKI gaya baru).

Bangkitnya ideologi komunis ini dilakukan dengan cara menyusup ke berbagai lini, mulai dari ormas, partai sampai pada lembaga-lembaga negara. Hal itu terbukti dari gencarnya pihak-pihak tertentu yang menghendaki agar dicabutnya Tap MPRS Nomor 25 tahun 1966 tentang pembubaran partai komunis indonesia.

Terakhir, diharapkan peran aktif seluruh masyarakat dan para tokohnya akan sangat membantu tugas-tugas aparat pemerintah, terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal serta aktifitas terorisme dan premanisme. "Mengenai premanisme, saya juga berpesan agar kita terus meningkatkan kerjasama dalam memberantasnya. Sebab, biasanya tindakan-tindakan premanisme yang dilakukan oleh segelintir orang dapat memicu terjadinya konflik sosial yang lebih luas," tutupnya.(Fb)

Ribuan Jamaah Desa Trans Tanjungan Hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustad Nur Maulana

Lampung Selatan (JL) - Ribuan jamaah hadir pada acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, yang digelar di Desa Trans Tanjungan, Kecamatan Katibung, Senin (26/11/2018).
Tabligh Akbar yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Nanang Ermanto, menghadirkan penceramah kocak asal Jakarta, Ustad Nur Maulana.
Popularitas Ustad Nur Maulana menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menghadiri acara itu. Benar saja, seribuan masyarakat yang di dominasi emak-emak terlihat antusias menyaksikan ceramah Ustad Maulana. 
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran serta sambutan Plt. Bupati Lamsel, dan ceramah Ustad Maulana.
Sebelum menyampaikan sambutannya, Nanang Ermanto sempat berseloroh menyapa warga dengan sebutan "jama....aah" seperti yang sering disampaikan Ustad Maulana. 
"Saya juga bisa, saya sudah hafal, karna saya juga penggemar Ustad Maulana," seloroh Nanang. 
Dalam sambutannya, Nanang mengajak para jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Melalui peringatan Maulid Nabi, dirinya berharap dapat meningkatkan iman dan taqwa hambanya kepada Allah SWT.
Selain itu,  Nanang menambahkan, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dapat mempererat silaturahmi sesama umat muslim, memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan
Kemudian menjaga dan memelihara rasa kebersamaan serta jiwa dan semangat kegotong-royongan antar umat sebagai modal berharga bagi kelangsungan pelaksaan pembangunan daerah. 
"Saya ingin mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk senantiasa memberikan dukungan demi keberhasilan proses pembangunan, khususnya pembangunan mental spiritual masyarakat Lampung Selatan," harap Nanang. 
Dihadapan ribuan masyarakatnya, Nanang juga menitip pesan terkait pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang akan dilaksanakan secara serentak. Dia berharap, masyarakat tetap menjaga kerukunan, dan tetap menjaga situasi kondusif.
“Jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Melalui peringatan Maulid Nabi ini, mari kita teladani akhlak beliau. Mari kita sama-sama bertekad untuk memajukan Kabupaten Lampung Selatan," pesan Nanang. 
Sementara itu, Kepala Desa Trans Tanjungan, Drs. Alwi mengatakan,  hari itu merupakan hari yang bersejarah bagi Desa Trans Tanjungan.
Sebab menurutnya, sejak berdirinya Desa Trans Tanjungan pada tahun 1968, belum pernah ada tokoh/ustad kondang yang dapat hadir di desanya
“Tapi kali ini, kita mampu menghadirkan ustad kondang asal Jakarta, ustad Nur Maulana. Saya bangga dan berterima kasih kepada semua pihak, hingga ustad kondang yang sering muncul di televisi, bisa hadir di tengah-tengah kita," kata Alwi bangga. 
Sementara, dalam tausiahnya, materi yang disampaikan Ustad Maulana selalu diselingi dengan selorohan sehingga membuat ribuan jamaah yang memadati lapangan Desa Trans Tanjungan tidak menghiraukan teriknya matahari.
Pantauan tim ini, mereka tetap bersemangat mendengarkan tausiah yang disampaikan ustad "jamaa.. aaahh" yang sudah menjadi "ikon" Ustad Maulana. (fitri)

Senin, 26 November 2018

Lambar Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Kopi

Lambar - Wakil Bupati Lambar Drs Mad Hasnurin membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) membangun ekonomi kreatif berbasis komoditi kopi Kabupaten Lampung Barat tahun 2018 dengan Narasumber Drs. M. Laba Sudarno dari Balitri, Handoko Hendroyono yang merupakan Founder Viva Barista dan Filosopi Kopi, Andika Yuwono dan Mia Laksmi Handayani Instruktur Coffelab 5758 Bandung, di Aula Kagungan, Selasa (27/11).

"86,54% masyarakat Lampung Barat bermata pencaharian petani kopi, sehingga setiap pergerakan ekonomi yang diterima masyarakat sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Lampung Barat. Hal ini membutuhkan adanya upaya pembangunan yang lebih kreatif dalam rangkaian agrobisnis perdagangan kopi dan keragaman produk turunannya maupun keragaman mutu hasil dari kopi itu sendiri", ujar Mad Hasnurin saat membuka Forum.

Selanjutnya, melalui FGD ini diharapkan akan mampu memunculkan sebuah gagasan kreatif yang dapat dan menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan perekonomian daerah dengan icon surganya penikmat kopi, bertumbuhnya IKM dan UKM kopi yang telah menembus lebih 100 pengusaha dan terus dipacu pertumbuhannya dengan menjadikan kopi sebagai bagian usaha Badan Usaha Milik Pekon (BUMP), setidaknya kedepan diharapkan akan muncul 1 kecamatan dengan 1 BUM pekon pengelola kedai kopi maupun produsen kopi.

Dalam kesempatan tersebut ia juga mengatakan beberapa prestasi yang diukir produk Kopi Robusta Liwa (Korolla) pada tahun ini yaitu penghargaan Bronze gourmet oleh kopi milik pak Trimanto (Bedudu) dan juara III pada kompetisi kopi spesialty Indonesia oleh kopi milik bapak Jamaluddin (Talang panjang, Trimulyo). Selain itu, disetujuinya pelepasan empat varietas unggul lokal kopi robusta liwa lampung (korolla) pada sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan untuk varietas klon tugu kuning sebagai korolla 1, tugu hijau sebagai korolla 2, lengkong sebagai korolla 3, bodong jaya sebagai korolla 4 yang pada tanggal 27 agustus telah diterbitkan Tanda Daftar Varietas Lokal (TDLV) oleh Kementerian Pertanian RI.

Terakhir, dalam rangka memperkuat perekonomian daerah  dengan semboyan Beguai Jejama, beberapa kebijakan pembangunan perkebunan kopi Lampung Barat dapat saya sampaikan antara lain Pembangunan Agro Tekno Park (ATP) kopi robusta liwa lampung barat (korolla), pembangunan sekolah kopi, pengembangan kampung kopi Rigis, pengentasan kemiskinan petani kopi melalui program intensifikasi dan pendampingan, peningkatan produksi, produktivitas dan mutu kopi serta penyediaan sarana pasca panen kopi.

Sementara itu ketua pelaksana Tri Umaryani melaporkan bahwa, "FGD ini bertujuan untuk membangkitkan kreativitas masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah kopi melalui produksi, mutu dan produk turunannya baik secara mandiri sebagai bagian dalam pengelolaan produk unggul kopi dan diharapkan dapat memicu komodito kopi sebagai motor penggerak utama perekonomian Lampung Barat", singkatnya.

Diketahui, FGD ini juga dihadiri oleh OPD, penyuluh pertanian, pelaku usaha kopi, Peratin serta Badan Usaha Milik Pekon.(Fb)
 

Top