LATEST UPDATES

Selasa, 27 November 2018

Cawapres Ma'ruf Amin Kunjungi Ponpes Moderen NU Pekin Negeri Agung


TANGGAMUS (JL) : Pengasuh Ponpes Moderen NU, Talangpadang, KH. A. Wahid Zamas mengatakan bahwa ada beberapa agenda kiyai Ma'ruf,diantaranya mengisi ceramah Maulid Nabi, bersilaturahmi dengan para kiayai se Lampung, meninjau masjid dilingkungan Ponpes dan ziarah ke makam pendiri Ponpes NU Talangpadang KH. Muhammad Zahrie.

"Tidak ada kampanye disini, kunjungan beliau untuk bersilaturahmi dengan para Kiyai, para santri dan warga nahdiyin hanya memang kebetulan beliau dipilih oleh pak Joko Widodo menjadi capres. Dan beliau ini orang yang mengerti aturan bahwa dilingkungan ponpes tidak boleh kampanye, "kata Wahid Zamas.

Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 KH. Ma'ruf Amin mengunjungi Ponpes Moderen Nahdalatul Ulama (PEMNU) Pekon Negeri Agung Kecamatan Talangpadang Kabupaten Tanggamus. Kiyai Maaruf tiba pukul 10.00 WIB disambut Pengasuh Ponpes Moderen NU, KH. A. Wahid Zamas, Pengurus Wilayah NU Lampung, Ketua Pengurus Cabang NU Tanggamus KH. Amiruddin Harun, Wakil Bupati Tanggamus Hi. A. M Syafii, mantan Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi dan ribuan warga nahdiyin.

Wahid Zamas juga meminta doa restu kepada seluruh santri dan masyarakat Tanggamus agar Kiyai Ma'ruf diridhoi dalam kontestasi pilpres." Ini kunjungan ketiga kalinya KH Ma'ruf ke Tanggamus, kali ini sebagai cawapres, semoga saat kunjungan berikutnya ke Tanggamus khususnya PEMNU beliau sudah jadi wapres, "kata dia.

Sementara, Ma'ruf Amin dalam tausiyahnya mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi, padahal kata dia, tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad SAW. Untuk itu ia meminta masyarakat khususnya santri lebih cerdas. "Tidak ada itu nabi lagi setelah nabi Muhammad SAW, yang ada itu pengganti nabi yaitu ulama yang mewariskan ajaran nabi," kata Ma'ruf.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengajak orang tua memasukan salah satu anaknya ke Ponpes, sebab di ponpes tempat mencetak ulama. "Ulama tidak selalu hidup sebab akan menghadap sang khalik dan ulama tidak boleh kosong, maka dari itu harus mencetak ulama di ponpes dan umat Islam jangan lupa kirim salah satu anaknya ke ponpes, supaya ada penerus ulama,"sebut Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf Amin meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh berita yang belum tentu kebenaranya alias hoax.

Ditambahkan Ma'ruf ada beberapa cara untuk menghindari hoax yakni mulai dari edukasi publik untuk tidak menggunakan hoax untuk mempengaruhi orang lalu jangan jadi kelompok yang terpengaruh oleh hoax. juga

"Karena itulah harus tabayun, klarifikasi cek dan ricek terhadap berita yang diterima. Kemudian kedua harus ada tindakan terhadap penyebar hoax, jangan sampai akibat hoax terjadi konflik antar masyarakat sehingga memecah belah persatuan dan kesatuan,"ujarnya.( rls/Jeni)
Share This :

Posting Komentar

 

Top