Lampung 17

ads

LATEST UPDATES

Business

Fashion

Technology

Photography

Games

Minggu, 30 Desember 2018

Gubernur Ridho Paparkan Capaian Pembangunan Tahun 2018



BANDAR LAMPUNG ---- Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo memaparkan berbagai capaian pembangunan Lampung dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2018, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (31/12/2018).

Dalam paparannya, Gubernur membuktikan dicapainya sederet prestasi dan kemajuan. Rinician pemaparan Gubernur di antaranya, di sektor pembangunan infrastruktur, seperti jalan, telah mengalami peningkatan yang signifikan dari 62% jalan mantap di tahun 2014 menjadi 79,89% ditahun 2018. Bahkan dengan kemampuan melobby Pemerintah Pusat, Gubernur membawa Lampung mampu memiliki Bandara Internasional, memiliki Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 250 Km, dan Dermaga Eksekutif, serta pembangunan bendungan.


Peningkatan di sektor infrastruktur juga sangat berpengaruh siginifikan terhadap sektor pariwisata. Ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung yaitu sebanyak 4,42 juta juta wisatawan ditahun 2014 menjadi 13,4 juta wisatawan ditahun 2018. “Saat ini Lampung mampu memiliki jumlah kunjungan sebanyak 13,4 juta wisatawan.

"Dengan adanya Bandara Internasional, Jalan Tol trans Sumatera, dan Dermaga Eksekutif, maka perekonomian Lampung dan peningkatan pariwisata Lampung akan semakin meningkat,” ujar Ridho.

Di sektor pembangunan infrastruktur lainnya, Gubernur Ridho juga melakukan upaya peningkatan SDM Lampung seperti pembangunan Gedung Perpustakan Modern, Lampung Astronomical Observatory (LAO), serta pembangunan Bumi Perkemahan dan Pembangunan Kawasan Kota Baru.


Gubernur menjelaskan Pemprov Lampung juga terus melakukan berbagai upaya meningkatkan perekonomian. Bahkan sepanjang tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung mencapai 5,22 dan selalu berada di atas rata-rata Sumatera 4,72 dan Nasional 5,17. “Di sektor produksi pertanian juga mengalami peningkatan. Untuk padi, dari 3.32 juta ton dan jagung sebanyak 4.42 juta ton di tahun 2014 menjadi 4.56 juta ton padi dan 2.58 juta ton jagung diitahun 2018. Peningkatan sector pertanian ini juga mampu menekan angka kemiskinan di Lampung,” jelas Gubernur.

Di bidang investasi, lanjut Ridho, Lampung juga mengalami pertumbuhan. Investasi terbesar berasal dari Singapura. “Maka tak salah jika kita akan mengadakan penerbangan internasional ke Singapura. Dengan melakukannya, maka dapat dipastikan Investasi dan Perekonomian Lampung akan semakin meningkat,” jelasnya.

Pada bagian lain, Gubernur menyampaikan daya saing Lampung yang mengalami peningkatan dari peringkat 25 Nasional ditahun 2014 menjadi peringkat 12 secara Nasional ditahun 2018. Selain itu, Indeks pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan dari 66.95 ditahun 2015 menjadi 68.25 ditahun 2017.

Tingkat pengangguran terbuka menurun dari 5,08% di tahun 2014 menjadi 4,06% di tahun 2018. “TIdak hanya itu, tingkat kemiskinan di Lampung juga mengalami penurunan, dari 14,28% ditahun 2014 menjadi 13,14% ditahun 2018,” jelas Gubernur Ridho.

Gubernur juga sangat konsen terhadap pembangunan Pendidikan dan Kesehatan. Hal ini ditunjukkan dengan melakukan peningkatan infrastruktur pendidikan menengah dan khusus (SMA/SMK/SLB), mengadakan program Lampung Mengajar di daerah terpencil, memberikan Bosda, dan bantuan beasiswa, dan berbagai upaya lainnya.

Dalam meningkatkan Sektor Kesehatan, Gubernur terus meningkatkan sarana dan prasarana RSUD Abdul Moeloek, meningkatkan pelayanan di Rumah sakit Bandar Negara Husada, dan operasional rumah sakit keliling untuk melayani wilayah DTPK (Daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan) serta daerah prioritas lainnya.

Gubernur juga fokus terhadap program pengentasan kemiskinan berbasis desa melalui program Gerbang Desa Saburai. Dan berdasarkan evaluasi BPS Provinsi Lampung tahun 2017, status tertinggal yang semula sebanyak 380 desa ditahun 2015 menjadi 119 desa ditahun 2017, serta berbagai upaya Gubernur Ridho dalam meningkatkan disektor lainnya untuk kemajuan dan kesejahteraan Lampung.

Pembangunan Lampung tahun 2018 merupakan proses kinerja kesinambungan dari tahun sebelumnya. Proses itu dapat dinilai progresif, apabila pembangunan tersebut dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.
Menurut Gubernur, Pembangunan tidak akan berguna apabila pembangunan tersebut tidak mampu meningkatkan kualitas masyarakat. "Dan dengan anggaran terbatas, saya ingin menyeimbangkan pembangunan yang terasa dan terlihat untuk kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan potensi dan pembangunan daerah," ujar Gubernur Ridho.
Ridho berkeyakinan penuh dengan tahapan pembangunan saat ini, Lampung akan semakin maju dan berkembang. "Saya sangat yakin Lampung akan berkembang lebih maju, hal ini dikarenakan dasar batu bangunannya hari ini sudah kita letakkan dengan sangat mantap dan kuat. Dan Lampung akan meninggalkan jauh wilayah Sumatera lainnya,” jelasnya. (Humas Prov Lampung)

Selasa, 11 Desember 2018

Provinsi Terbaik Atasi Konflik, Lampung Didapuk Tuan Rumah Mubes Pemuka Agama






BANDAR LAMPUNG--Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, menunjuk Lampung sebagai tuan rumah sarasehan hasil Musyawarah Besar (Mubes) Pemuka Agama. Penunjukan ini atas prestasi Provinsi Lampung meraih penghargaan dalam penanganan konflik sosial selama tiga tahun berturut-turut.

Mubes tersebut berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Selasa (11/12/18). Pada pembukaan sarasehan tersebut, Utusan Khusus Presiden (UKP) RI untuk Dialog dan Kerjasama antar Agama dan Peradaban, Syafiq Mughni, mengapresiasi keberhasilan Pemprov Lampung dalam menjaga stabilitas dan kerukunan antar umat beragama. 



"Acara ini berlangsung beberapa kali dan dipilih tempat yang berperan strategis, baik itu yang memiliki potensi konflik cukup tinggi maupun yang berhasil mengelola kerukunan seperti Provinsi Lampung. Maka, kita pilih Lampung sebagai daerah yang berhasil, karena itu kita ingin mendengarkan apa kiatnya agar dapat dicontoh daerah lain," kata Syafiq.

Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Lampung yang mendukung penuh acara tersebut. Dia 
menjelaskan tujuan dan misi UKP yakni mendorong kerja sama, dialog, dan dialog antar pemuka agama, karena berperan penting. "Tidak mungkin hal tersebut dilakukan UKP sendiri, melainkan harus ada kerja sama dan sinergi semua komponen di semua level untuk memasyarakatkan bersama gagasan atau ide yang dihasilkan musyawarah besar pemuka agama ini," kata Syafiq.


Menurut Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri, sarasehan ini menjadi ajang peningkatan tali silaturahmi dan dialog dari hati ke hati, antara pemuka agama dan tokoh agama guna membahas masalah strategis. Bachtiar menghimbau para pemuka agama untuk meningkatkan pembinaan umat dalam membangun mental, spiritual keagamaan, dan fisik material. 

"Hal tersebut bertujuan agar dapat senantiasa mengedepankan kearifan dan etika. Saling menghargai, saling tolong menolong sehingga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif upaya memecah belah umat. Saya berharap kita semua bersikap arif dan bijaksana dalam menjawab permasalahan yang dihadapi umat dan memberikan perhatian serius terhadap perkembangan moral masyarakat," kata Wagub Bachtiar Basri. 


Penghargaan provinsi terbaik penanganan konflik sosial selama tiga tahun berturut-turut karena Lampung dinilai berhasil menjalankan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Tim tersebut berkoordinasi dengan TNI, Polri, BIN, dan unsur lain dalam mencegah, menanggulangi, dan mengantisipasi konflik sosial. Kemudian, mengajak seluruh masyarakat dan tokoh agama, dan adat, berpartisipasi menjaga stabilitas dengan selalu menjaga persatuan dan kesatuan


Pemprov Lampung Galakkan Sistem Penagihan PKB

Bandar Lampung (JL) -Pemerintah Provinsi Lampung menggalakkan sistem penagihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara langsung atau door to door guna memaksimalkan potensi penerimaan PKB Provinsi Lampung. Hal itu diungkapkan Pj. Sekdaprov Hamartoni Ahadis saat membuka Sosialiasi Pendataan dab Verifikasi Potensi PKB secara door to door, Selasa (11/12/2018) di Gedung Pusiban Kantor Gubernur.

Menurut Hamartoni, hingga 31 Desember 2017, terdapat potensi penerimaan PKB Provinsi Lampung yang belum tertagih sebesar Rp1,133 triliun dari 1.568.148 unit kendaraan bermotor yang tersebar di seluruh kab/kota se Provinsi Lampung.

Hamartoni mengatakan, potensi tersebut perlu diverifikasi guna memastikan kendaraan tersebut benar ada dan dipungut pajaknya. “Pendataan secara door to door dilakukan dengan cara mendatangi langsung alamat wajib pajak untuk dilakukan pendataan dan verifikasi kemudian dilakukan pemilihan potensi pajak yang masih aktif dan tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut Hamartoni menjelaskan, dari data yang diperoleh terdapat 3 daerah kabupaten yang memiliki tunggakan/potensi PKB terbesar di Provinsi Lampung yakni Lampung Selatan (dengan potensi PKB sebesar Rp25 milyar lebih), Lampung Tengah (sebesar Rp35 miliar lebih) dan Tulang Bawang (Rp22 Miliar lebih).“Ketiga daerah ini akan menjadi sampel, karena secara statistic potensi penerimaan PKB nya besar,” ungkapnya.

Agar perolehan tersebut dapat tercapai, tambah Hamartoni, diperlukan kerjasama dari Pemerintah Kab/kota khususnya Bupati/Walikota untuk dapat menugaskan aparatur pemerintahannya mulai dari tingkat desa/kelurahan sebagai koordinator pendataan di lapangan. “Karena, pada gilirannya manfaatnya akan kita rasakan bersama melalui mekanisme dana bagi hasil untuk pemerintah kab/kota sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan di daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Lampung Piterdono, melalui Sekretaris Bapenda Rozali dalam laporannya menguntarakan jika kegiatan ini bertujuan untuk mensosialiasikan keigitan pendataan dan verifikasi potensi PKB secara door to door terutama kepada petugas pendataan yang terlibat langsung dan menjadi ujung tombak dalam kegiatan ini. (Humas Prov Lampung)

Bunuh Ayah Kandung, Sanwani Terancam Hukuman Mati

TANGGAMUS (JL)—Perkara uang diduga membuat Sanwani (34) warga  Pekon Sukaagung Barat Kecamatan Bulok Kabupaten Tanggamus tega membunuh Saliman (60) ayah kandungnya sendiri pada Selasa (11/12/2018). Perbuatan tercela pelaku akhirnya berujung penangkapan terhadap Sanwani oleh jajaran Polsek Pardasuka 3 jam setelah kejadian.

Berdasarkan informasi dari tempat kejadian perkara, kronologi pembunuhan ini berawal
keributan tersangka dengan ibu kandungnya. Saat itu, korban (Saliman, red) berusaha melerai cekcok mulut anggota keluarganya tersebut.

Tidak disangka, niat melerai itu menyebabkan nyawa korban melayang setelah pelaku dengan membabi buta menusukan golok ke arah perut, membacok kepala ayah yang selama ini telah membesarkannya.

Mirisnya, tersangka juga tidak merasa ada penyesalan telah melukai ayahnya, padahal dia sendiri juga merupakan ayah dari dua (20 anak. Bukan membawa ayahnya kerumah sakit namun kabur melarikan diri menggunakan sepeda motor. Beruntung berselang 3 jam, Polsek Pardasuka Polres Tanggamus berhasil membekuknya saat ia hendak bersembunyi ke rumah saudaranya.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kapolsek Pardasuka AKP Martono, SH. MH mengungkapkan tersangka berhasil ditangkap di Pekon Wargomulyo Pekon Pardasuka.

"Tersangka Sanwani berhasil ditangkap saat bersembunyi di rumah saudaranya di Pekon Wargamulyo sekitar pukul 09.00 Wib," kata Kapolsek AKP Martono melalui Whatsapp.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, muasalnya permasalahan ayahnya menjual motor tersangka kepada keponakan korban yang dibayar dengan cara dicicil dengan uang muka Rp.1.6 juta, kemudian Rp. 1 juta diambil oleh ibunya dan Rp. 600 ribu oleh ibunya diberikan kepada tersangka.

"Tersangka merasa kesal, sehingga terjadi perdebatan antara pelaku dengan ibunya yang didengar oleh ayahnya. Niat ayahnya melerai namun keributan bertambah panas dan tanpa prikemanusiaan tersangka menusukan golok yang telah dipersiapkannya ke perut dan membacok leher korban mengenai kepala," jelas AKP Martono.

Saat ini tersangka berikut barang bukti sebilah golok berlumur darah diamankan di Polsek Pardasuka Polres Tanggamus. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka dijerat pasal 338 junto 340 KUHPidana.

"Bisa dijerat 340 KUHPidana ancaman hukuman mati, sebab golok tersebut telah dibawa tersangka saat mendatangi rumah ayahnya yang berada tidak jauh dari rumahnya," pungkasnya. (jeni)

Pemkab Lambar Sosialisasikan Pensertifikatan Tanah Sistematis Lengkap




Lambar - Pemkab Lampung Barat menggelar Sosialisasi Pensertifikatan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dalam rangka pemberdayaan hak atas tanah masyarakat bagi pelaku usaha mikro dan kecil petani serta pembudidayaan ikan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus di Aula RSUD Alimudin Umar, Selasa (11/12).

Turut hadiri dalam kegiatan Wakil Bupati Lampung Barat Drs. Mad Hasnurin, Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Natadjudin Amran, Kepala Badan Pertanahan Nasional Lambar, OPD, Camat, Lurah dan Peratin setempat.

"Metode PTSL ini merupakan inovasi pemerintah melalui kementrian ATR/BPN untuk memenuhi kebutuhan atas kepemilikan lahan dan tertuang dalam peraturan menteri ATR/BPN  Nomor 12 tahun 2017 tentang PTSL. PTSL yang populer dengan istilah sertifikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Selain itu nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat melalui program ini dapat menjadikan sertifikat tersebut sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat", ujar Parosil. 

Selanjutnya pihaknya mengatakan bahwa telah dikeluarkannya surat Mendagri RI Nomor 520/5624/sj Tanggal 7 Agustus 2018 yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan program PTSL dalam upaya pemberdayaan hak atas tanah masyarakat bagi pelaku usaha mikro dan kecil, petani dan pembudi daya ikan.  

Kemudian untuk menindaklanjuti surat tersebut, pemerintah Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2019 mendatang akan  melakukan upaya kerjasama dalam mendukung upaya pemberdayaan hak atas tanah tersebut dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Lampung Barat, BRI dan lembaga keuangan yang ada di Kabupaten Lampung Barat. Kerjasama ini berupa sosialisasi dan inventarisasi kepada calon peserta melalui kelompok masyarakat sebagai penanggung jawab lapangan agar pelaksanaan program PTSL menjangkau kalangan masyarakat atau kelompok sasaran, dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang selama ini menjadi kendala pelaksanaan program PTSL.

Diketahui, pada tahun 2019 ini Pemkab Lambar telah menganggarkan dana untuk pensertifikatan tanah gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui kegiatan prona untuk 100 bidang tanah yang lokasinya akan ditetapkan, kemudian prona ditetapkan sebagai program tahunan untuk mendukung program PTSL dari pemerintah pusat. Pada tahun 2018 ini program prona sudah diberikan kepada 100 bidang tanah di Pekon Gedung Surian Kecamatan Gedung Surian dan bagi kecamatan dan pekon atau kelurahan yang di wilayahnya telah melalui program PTSL dan masih belum mencukupi, dapat mengusulkan pendaftaran sertifikat tanah melalui prona yang ditujukan kepada Bupati Lampung Barat melalui Dinas PUPR. (Fb)


Tim IV Tanggap Bencana Pemkab Lamsel Serahkan Paket Bantuan Kepada Warga Desa Kekiling


Lampung Selatan : Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan,  Nanang Ermanto melalui Tim IV Tanggap Bencana Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan serahkan paket bantuan kepada warga Desa Kekiling Kecamatan Penengahan, Selasa (11/12/2018).

Bantuan tersebut merupakan bantuan korban banjir dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Palas dan Penengahan pada 1 Desember 2018 lalu. Adapun desa terkena dampak banjir diantaranya, Desa Kekiling, Ruang Tengah, Taman Baru, dan Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. 

Bantuan diberikan kepada warga yang berlangsung di Balai Desa Kekiling, sebanyak 53 paket bantuan berupa beras sebanyak 5 kg, gula putih 1 kg, minyak goreng 1 kg, telur 1 kg serta mie instan 1 dus, diberikan secara simbolis oleh Ketua Tim IV Tanggap Bencana, I Ketut Sukerta.

"Kami hadir disini atas perintah Bupati untuk memyampaikan bantuan. Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada warganya yang terkena musibah," ujar Ketut. 

"Akan tetapi, Bupati juga berpesan pada kita semua, walaupun ada bantuan dari pemerintah, tentunya bantuan tersebut tidak sebanding dengan kerugian yg bapak/ibu alami,  oleh karenanya bagaimana cara kita untuk mencegah agar musibah itu tidak kembali kita alami," tambah Ketut.

"Saat ini kita sedang musim penghujan, saya minta agar kepala desa untuk tidak henti-hentinya menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungannya, tidak membuang sampah sembaran. Kedepan,  juga agar berhati-hati dan tetap waspada. Musibah bisa datang kapan saja sekalipun kita tidak menginginkan hal itu terjadi," kata Ketut. 

Usai menyerahkan 53 paket bantuan untuk warga Desa Kekiling Kecamatan Penengahan, Tim IV Tanggap Bencana yang terdiri dari Anas Ansyori (Asisten Bidang Adum), I Ketut Sukerta (Kepala BPBD), Zailani (Kadis Pertanian), Sahidi Fatah (Kepala Litbang), Anasrullah (Kadis Perhubungan), serta M. Sefri Masdian (Plt. Kadis Kominfo) bertolak ke Balai Desa Pasuruan, menyerahkan 85 Paket bantuan untuk beberapa warga yang terdampak banjir yakni  warga desa Ruang Tengah, Taman Baru dan Pasuruan. (fitri)


Ketua TP PKK Lamsel Resmi Buka Lomba Masak Serba Ikan

Lampung Selatan : Ketua TP. PKK Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Ny. Winarni Nanang Ermanto membuka secara resmi Lomba Masak Serba Ikan Tahun 2018 tingkat Kabupaten Lamsel, yang digelar di Aula Sebuku rumah dinas bupati, Selasa (11/12/2018).

Pada sambutannya, Winarni mengatakan, lomba tersebut sangat baik digelar. Sebab, kata dia, lomba masak serba ikan membantu pemerintah mengkampanyekan gerakan makan ikan kepada masyarakat.

"Lomba ini, diharapkan dapat memotifasi masyarakat untuk makan ikan, sesuai dengan program pemerintah mencanangkan gemar makan ikan," kata Winarni.

Menurutnya, konsumsi ikan dapat diprioritaskan sebagai menu makan bagi para keluarga. Karena, ikan banyak mengandung protein maupun vitamin bagi kesehatan.

"Memilih ikan sebagai menu keluarga, banyak kandungan vitamin dalam ikan seperti protein, gizi, kesehatan, tentunya dapat meningkatkan kecerdasan anak-anak. Selain itu, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya bagi para nelayan," jelasnya.

Sisi lain mengenai lomba tersebut, ujar Winarni, adanya suatu penilaian dan kalah menang. Meski demikian, Winarni beranggapan, pada lomba tersebut tidak ada kalah maupun pemenang.

"Kegiatan lomba ini ada penilaian, tetapi saya nyatakan para peserta pemenang semua, kecuali yang tidak ikut lomba. Semua peserta dari TP PKK Kecamatan saya nyatakan pemenang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamsel, Meizar Malanesia melaporkan, kegiatan tersebut yang bekerjasama dengan pihak TP. PKK Kabupaten Lamsel dalam rangka peningkatan konsumsi ikan, untuk peningkatan protein masyarakat, serta memperingatan Hari Ikan dan Hari Nusantara 2018.

"Tujuannya sendiri, mendukung pemerintah dalam program masyarakat makan ikan, kemudian penilaian dan menentukan pemenang lomba untuk ikut lomba tingkat provinsi," beber Meizar.

"Rangkaian loba sendiri, mulai dari display menu, penilaian, piagam dan hadiah," tambahnya.

Sebagai informasi, lomba itu sendiri kerjasama antara Dinas Perikanan (DK) dibantu Tim PKK Kabupaten Lamsel. Untuk juri, dari DK Provinsi Lampung, DK Lamsel, Tim PKK Provinsi Lampung dan Dinas Kesehatan. (fitri)
 

Top