LATEST UPDATES

Senin, 03 September 2018

Wabub Lambar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Panas Bumi

BANDAR LAMPUNG - Wakil Bupati Lampung Barat menghadiri acara sosialisasi tentang rencana pengembangan panas bumi kepada Pemerintah Daerah yang wilayah administrasinya mencakup wilayah kerja panas bumi Danau Ranau, di Sheraton Lampung Hotel, Jum'at (31-08).

Selain Drs.Mad Hasnurin, hadir Direktur Panas Bumi Ir.Ida Nuryatin Finahari,M.Eng., Asisten l Provinsi Lampung Drs.H.Hery Suliyanto,M.M., Sekertaris Kab.Lambar Akmal Abdul Nasir S.H., Kepala Bappeda Ir.Okmal M.Si.,Kabag Humas dan Protokol Burlianto Eka Putra,S.H., Kabag Perekonomian dan SDA Yudha Setiawan S.I.P serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Lambar Drs.Mad Hasnurin mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) dalam hal ini direktur panas bumi beserta jajarannya, dan juga kepada bapak gubernur lampung beserta jajarannya, yang telah menginisiasi, merencanakan dan melaksanakan pengembangan potensi panas bumi yang ada di wilayah kabupaten lampung barat. Di mulai dari WKP Suoh–Sekincau, WKP Sekincau Selatan, dan terkini yaitu WKP Danau Ranau yang saat ini akan kita laksanakan dan ikuti bersama terkait sosialisasi rencana pengembangannya kegiatan tersebut. Saya berharap apa yang dilakukan saat ini tidak hanya sekedar sosialisasi semata, tetapi diiringi tindakan nyata yang lebih mengutamakan realisasi sehingga bisa menjawab kebutuhan listrik masyarakat khususnya Lampung Barat.

Kabupaten Lampung Barat merupakan daerah penyedia energy listrik baru terbarukan (Green Energy) yang dapat dikembangkan tidak hanya menambah pasokan energy listrik saja akan tetapi dapat mendorong peningkatan kontribusi terhadap struktur perekonomian di lampung barat. Saat ini kontribusi lapangan usaha pengadaan listrik dan gas hanya sebesar 0,01% terhadap struktur pdrb lampung barat. "Harapan setelah beroperasinya WKP panas bumi danau ranau ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kabupaten Lampung barat dan tentunya mendorong terentasnya lampung barat sebagai kabupaten tertinggal. Kita maklumi, cadangan energi listrik yang tersedia belum sebanding/berimbang dengan pemenuhan akan kebutuhan energi tersebut, untuk kabupaten lampung barat sendiri, dari 15 kecamatan yang ada terdapat 11 kecamatan di 71 pekon, pada 319 pemangku, dengan jumlah total 15.449 KK yang belum terlayani/teraliri listrik PLN, khusus untuk kecamatan lumbok seminung saja ada 6 pekon, pada 26 pemangku, sejumlah 225 KK atau sebesar 1,46 % dari jumlah total masyarakat yang belum terlayani listrik. Sehingga keberadaan dan keberlangsungan pengusahaan panas bumi sebagai energi terbarukan tersebut sangat diharapkan oleh pemerintah daerah dan juga seluruh masyarakat kabupaten lampung barat", ungkapnya.

Pembangunan WKP Danau Ranau sejalan dengan komitmen Lampung Barat untuk mendukung perda nomor 1 tahun 2018 tentang RPJMD Kabupaten Lampung Barat dengan visi “terwujudnya Lampung Barat hebat dan sejahtera”, sesuai misi pertama yang di emban yaitu mengembangkan wilayah melalui infrastruktur secara berkeadilan, dengan memperhatikan aspek mitigasi bencana dan berwawasan lingkungan. Infrastruktur kelistrikan yang sudah terbangun antara lain gardu induk liwa, pelayanan listrik, dan program subsidi penyambungan listrik PLN. Oleh karena itu, keberadaan WKP Danau Ranau diharapkan akan memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan akan energi listrik, yang secara tidak langsung juga berdampak positif untuk menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat di kabupaten lampung barat, sehingga dapat terbebas dari predikat daerah miskin serta daerah tertinggal. "Selain itu pengembangan panas bumi juga sejalan dengan apa yang telah menjadi visi pembangunan jangka panjang lampung barat yaitu lampung barat sebagai kabupaten konservasi yang sejahtera 2025, dan notabenenya pengusahaan panas bumi tersebut merupakan kegiatan eksploitasi potensi energi terbarukan, ramah lingkungan dan berkelanjutan, yang juga adalah esensi utama dari konservasi tersebut", ujarnya.
Selanjutnya berdasarkan data statistik tahun 2017, rasio elektrifikasi di kabupaten lampung barat baru mencapai 59,69% terlayani listrik pln dan sekitar 35,42% terlayani listrik non pln.  masih terdapat sekitar 24 pekon (desa) di 6 kecamatan yang belum terlayani jaringan listrik pln, dengan jumlah rumah tangga sekitar ± 15.449 kk yang perlu difasilitasi sambungan listrik PLN. "Walaupun urusan energy dan sumber daya mineral sudah menjadi urusan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, akan tetapi untuk kurun waktu rpjmd lampung barat 2017-2022, urusan kelistrikan tetap menjadi fokus pembangunan daerah dengan target 100% desa terlayani jaringan listrik", imbuhnya.

Terakhir pihaknya mengharapkan terwujudnya pengusahaan panas bumi di WKP danau ranau maupun di 2 lokasi WKP lainnya yaitu WKP Suoh–Sekincau dan WKP Sekincau Selatan adalah kondisi faktual dan wujud nyata dari harapan dan cita-cita kami mewakili seluruh masyarakat Lampung Barat. "Kami berharap agar pengembangan WKP Danau Ranau segera terlaksana sebagai salah satu usaha memenuhi kecukupan energi listrik di Kab.Lambar. Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan WKP Danau Ranau dan mengharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini dapat memotivasi pemerintah daerah kabupaten lampung barat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar dapat mendukung kegiatan pengusahaan panas bumi ini", tutupnya.(Fb)
Share This :

Posting Komentar

 

Top