//Seknas Jokowi Ajak Warga Lampung Sambut Pemilu Damai//
BANDARLAMPUNG - Tiga hari kedepan dua elemen pendukung Prabowo-Sandi di Lampung akan menggelar deklarasi. Keduanya, Aliansi Pencerah Indonesia (API) yang akan soft opening hari ini, Rabu (5/9) dan #2019GantiPresiden, Jumat (7/9). Sementara Sekretaris Nasional Joko Widodo Lampung yang dideklarasikan sebulan lalu mengaja masyarakat Lampung mengkampanyekan ide gagasan dengan mengedepankan kemajuan bangsa Indonesia.
Koordinator Humas API Lampung, Helmi Jaya menerangkan Soft Opening API Lampung pada Rabu (5/9) adalah sebagai wahana silaturahmi awal antar sesama warga yang bersimpati kepada pasangan Prabowo-Sandi. Diakuinya, di API banyak kader dan warga Muhammadiyah, tapi dipastikan gerakkan peduli Pilpres ini tidak menyeret-nyeret Persyarikatan Muhammadiyah. “Karena kami pegang teguh bahwa Muhammadiyah tidak berpolitik praktis,” terang Helmi.
Lebih lanjut Helmi menjelaskan API Lampung dibentuk merujuk telah terbentuknya API Nasional yang dipimpin Izzul Muslimin. Hingga saat ini setidaknya sudah ada delapan elemen relawan yang bergabung bersama API, dan tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah. Diantaranya yang sudah terdeteksi ada Surya Madani Indonesia (SMI), RelawanMu Indonesia, Relawan Matahari Minang Indonesia (RaMMI), Saudagar Matahari (Sadari Pass), Relawan Matahari Nusantara, Barisan Pass, Koalisi Masyarakat Kewirausahaan Indonesia (KMKI), Relawan Madani Indonesia (RMI).
Disebutkan Helmi, beberapa tokoh dan kader Muhammadiyah yang terlibat di API Lampung diantaranya Hi. Fauzi Fatah, Hi. Azib Zanim, Hi. Muzakir Noor, Hi. dr. Asaad Thoha, Hi. Nasrizal Jalinus dan sejumlah tokoh lainnya. Sementara dari kalangan kader muda Muhammadiyah ada nama Edi Agus Yanto, Erizal, Heri Setiawan, Herniwati, Wita dan sejumlah mantan dan aktivis Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM dan Nasyiatul Aisiyah.
Mengakhiri keterangannya Helmi memastikan API akan dipadati kalangan emak-emak yang siap menjadi juru bicara pemenagnan Prabowo-Sandi. Target massa yang akan disasar adalah selain warga Muhammadiyah secara umum, juga kelempok pemilih pemula atau kaum milenial, kaum santri perkotaan dan pedesaan termasuk buruh tani nelayan dan secra khusus kaum emak-emak.
Selain API. gerakkan #2019GantiPresiden juga menadwalkan deklarasi, Jumat (7/9). Penolakan dari beberapa orang tapi mengatasnamakan kelompok hingga masyarakat Lampung, tidak membuat ciut nyali panitianya.
Wakil Ketua Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden di Lampung, Fahmi Sasmita mengatakan, pihaknya memindahkan acara dari semula di Tugu Adipura ke Bambukuning Square, Tanjungkarang, Bandarlampung. "H. Herman Malano, pengelola Bambukuning sudah memberikan izin lokasi, saat ini kami mempersiapkan keperluan acaranya," kata Fahmi, Selasa (4/9).
Ia mengatakan, deklarasi akan dihadiri antara lain KH Ahmad Romli Latif, Mardani Ali Sera, Habib Haikal Hasan. "Bunda Neno Warisman masih konfirmasi," ujarnya.
Terkait Deklarasi ini, Kasubdit Penmas Polda Lampung AKBP Yunia mengatakan, kepolisian akan meminta pendapat dan masukan dari berbagai pihak. Pada prinsipnya Polda siap mengamankan semua kegiatan yang dilakukan masyarakat.
Yunia belum tahu Deklarasi #2019GantiPresiden itu sudah ada izin atau belum. "Kita akan tanyakan ke bagian perizinan. Tapi, tiap kegiatan biasanya ada pro dan kontra, karena itu kita akan minta pendapat dari berbagai pihak bagaimana soal kegiatan tersebut," katanya.
Terpisah, Sekretaris Nasional Joko Widodo Lampung, Siti Nurlela mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung dapat mengkampanyekan ide gagasan dengan mengedepankan kemajuan bangsa Indonesia. “Dalam berdemokrasi ini marilah kita tempatkan pada kepentingan bangsa yang tertinggi,”katanya saat disampaikan dalam diskusi publik dalam acara yang bertemakan tokoh Lampung bicara pemilu 2019 tanpa provokasi dan ujaran kebencian di Woods cafe, Senin (3/9).
Melihat sistim demokrasi Indonesia saat miris. Karena sebagian besar masyarakat menilai dari satu perspektif saja. Ia mencontohkan saat digelarnya perhelatan Asian Game di Indonesia, putera-puteri penerus bangsa ini telah berhasil menunjukan prestasi yang tinggi dengan menduduki peringkat empat besar.
“Misalnya cabor pencak silat kita berhasil meraih medali emas karena diketuai oleh pak Prabowo atau menjadi prestasi pak Jokowi sebagai presiden RI saja. Tetapi mari kita lihat bahwa ini menjadi kepentingan bangsa dan bukan bagian dari politik praktis saja,”tegasnya.
Selain itu, ia meminta agar para relawan dapat memberikan pendidikan politik untuk generasi penerus bangsa, sehingga Negara Indonesia bisa lebih maju kedepannya. Karena jumlah generasi bangsa yang baru menginjak usia 17 – 30 tahun itu mencapai 50 persen dari jumlah suara keseluruhan.
“Jadi kita harus memikirkan bagaimana cara memperebutkan itu dengan secara terbuka. Karena kelompok muda ini masuk dalam kelompok idealis. Kita juga dapat mengambil nilai spirit mereka, karena nantinya generasi penerus bangsa ini yang akan menguasai teknologi. Jadi mari kita didik generasi muda dengan cara yang lebih baik,”tegasnya. (dbs)

Posting Komentar