BANDARLAMPUNG– Kapolda Lampung Irjen Suntana meminta agar massa tidak melakukan anarkis pasca putusan sidang TSM Pilgub Lampung. Kapolda meminta agar pihak-pihak yang kurang puas menyampaikan pendapat secara prosedural.
"Kalau menyampaikan aspirasi kita tidak melarang, silahkan tidak apa-apa, tapi dengan cara cara yang baik, jangan anarkis," kata Irjen Suntana usai pengamanan sidang TSM Pilgub Lampung, di Kantor Sentra Gakkumdu, kemarin.
Menurutnya pasca putusan, pasti ada reaksi dari massa yang tidak terima. Namun demikian, pihaknya tetap akan selalu melakukan pengamanan baik di rumah paslon terpilih.
Disinggung ancaman massa akan mengepung rumah Arinal Djunaidi di Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Bandarlampung, Kapolda memastikan akan menindaklanjuti info tersebut. "Info itu akan kita tindaklanjuti dengan lakukan pengamanan. Pokoknya, jika sampai melakukan perusakan akan ditindak tegas,” kata kapolda.
Terpisah, putusan sidang pelanggaran terstruktur sistematis dan masif (TSM) Pilgub Lampung yang memenangkan nomor urut 3, Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Arinal-Nunik), menuai kekecewaan sejumlah kalangan. Salah satunya, massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB). Sebagai bentuk kekecewaan, merekapun mengancam untuk mengepung rumah pribadi Arinal di Jl Sultan Agung, Wayhalim, Bandarlampung.
Rencana tersebut diungkapkan koordinator aksi, Apang, sebelum membubarkan massa yang demo sejak pukul 09.00 Wib tersebut.
"Kasih tahu rekan-rekan kita, kasih tahu tetangga dan saudara kita, bahwa hari Senin 23 Juli kita kepung rumah Arinal. Kita kepung Kantor SGC di Jalan Cut Meutia," kata Apang yang disambut antusias massa.
Apang menuturkan, keputusan sidang membuktikan bahwa anggota Majelis Pemeriksa masuk angin. "Mereka bilang tidak ada politik uang, kita semua tunjukkan ke mereka politik uang seperti apa," teriaknya.
Apang juga meminta masyarakat Lampung untuk tidak berputus asa dengan hasil keputusan sidang itu. "Kita akan kembali berjuang di Bawaslu RI. Semoga hasil di sana bisa membatalkan Arinal-Nunik yang siapaun warga Lampung merasakan politik uangnya," ujanya. (cah)

Posting Komentar